Harga Pertamax Turun Jadi Rp 15.950 per Liter per 28 Agustus 2026, Pertalite dan Biosolar Tetap

Penulis: Fajar  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 09:52:31 WIB
Petugas mengisi bahan bakar kendaraan di SPBU Pertamina di Bengkulu, Kamis (28/8/2026), saat harga Pertamax resmi turun menjadi Rp 15.950 per liter.

BENGKULU — Penurunan harga BBM nonsubsidi ini membawa angin segar bagi pengendara di Provinsi Bengkulu yang menggunakan bahan bakar berkualitas tinggi. Berdasarkan pantauan, harga Pertamax kini dipatok Rp 15.950 per liter, turun Rp 300 dari sebelumnya Rp 16.250 per liter. Penurunan lebih signifikan terjadi pada Pertamax Turbo (RON 98) yang turun Rp 1.000 menjadi Rp 18.300 per liter.

Untuk jenis BBM bersubsidi, pemerintah memastikan tidak ada perubahan harga. Pertalite tetap dijual dengan harga Rp 10.000 per liter dan Biosolar untuk kendaraan diesel subsidi masih stabil di angka Rp 6.800 per liter. Kebijakan ini menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi di daerah.

Harga BBM Nonsubsidi per 28 Agustus 2026

Berikut daftar lengkap harga BBM nonsubsidi yang berlaku saat ini di SPBU Pertamina:

  • Pertamax (RON 92): Rp 15.950 per liter (turun dari Rp 16.250)
  • Pertamax Green (RON 95): Rp 16.600 per liter (turun dari Rp 17.000)
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp 18.300 per liter (turun dari Rp 19.300)
  • Dexlite: Rp 19.700 per liter (tetap)
  • Pertamina Dex: Rp 21.150 per liter (tetap)

Bagaimana dengan Harga di SPBU Swasta?

Pertamina bukan satu-satunya ritel yang menyesuaikan harga. BP-AKR, melalui akun resminya, menurunkan harga BP 92 dari Rp 16.670 menjadi Rp 16.130 per liter. Sementara itu, Shell justru mencatat kenaikan pada produk diesel andalannya, Shell V-Power Diesel, yang naik menjadi Rp 21.910 per liter dari sebelumnya Rp 21.340 per liter.

Vivo Energy juga melakukan penyesuaian dengan menurunkan harga Revvo 92 menjadi Rp 16.130 per liter. Namun, Revvo 95 dan Diesel Primus mengalami kenaikan tipis masing-masing menjadi Rp 16.760 per liter dan Rp 21.910 per liter.

Penyebab Penyesuaian Harga BBM

Fluktuasi harga ini dipicu oleh volatilitas harga minyak mentah di pasar internasional serta kebijakan penetapan harga domestik oleh pemerintah. Konsumen diimbau untuk terus memantau pengumuman resmi dari masing-masing ritel, karena harga di setiap SPBU bisa berbeda tergantung lokasi dan kebijakan operator.

Untuk wilayah Bengkulu, harga yang tertera biasanya mengikuti patokan nasional. Namun, perbedaan biaya distribusi ke daerah kepulauan atau pedalaman bisa memengaruhi harga jual di tingkat SPBU. Masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi resmi Pertamina untuk membandingkan harga di SPBU terdekat.

Reporter: Fajar
Sumber: klikinfoberita.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top