BENGKULU — Ribuan pensiunan ASN di Provinsi Bengkulu kembali mendapatkan pengakuan atas dedikasinya. Saat menghadiri peringatan HUT ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Jumat (28/8), Pemprov menegaskan bahwa masa pensiun bukan akhir dari kontribusi untuk negeri.
Nandar Munadi yang hadir mewakili Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyebut para pensiunan sebagai pejuang yang telah mengabdikan diri demi pelayanan publik. Menurutnya, semangat tersebut tidak luntur meski mereka telah melepas status kepegawaian aktif.
Pengalaman Jadi Modal Pemikiran untuk Daerah
"Para pensiunan ASN ini merupakan pejuang yang telah berkontribusi kepada negara selama menjadi ASN demi menciptakan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa dan kemajuan negara," ujar Nandar dalam sambutannya.
Ia menambahkan, justru di masa purna tugas inilah kekayaan pengalaman para anggota PWRI menjadi aset berharga. Pemprov tidak hanya berhenti pada ucapan terima kasih, tetapi secara aktif melibatkan mereka dalam perumusan kebijakan.
"Walaupun sudah purna tugas, para PWRI ini masih sering diajak berkontribusi melalui pemikiran, ide, dan gagasan mereka untuk pembangunan daerah," tutup Nandar.
HUT ke-64 PWRI Jadi Momentum Penghargaan
Peringatan HUT ke-64 PWRI kali ini menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan para pensiunan. Pemprov menilai dialog lintas generasi ini penting agar pembangunan di Bengkulu tidak kehilangan akar sejarah dan pengalaman para seniornya.
Keterlibatan pensiunan ASN dinilai krusial, terutama dalam memberikan masukan kritis yang lahir dari pengalaman panjang birokrasi. Hal ini diharapkan mampu memperkaya perspektif dalam setiap pengambilan keputusan strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.