BENGKULU — Java United menyayangkan insiden diskriminasi yang dialami pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, dalam laga Super League di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Klub menyerahkan seluruh proses penyelesaian kasus ini kepada Komite Disiplin PSSI, termasuk mempertimbangkan pemicu kericuhan yang terjadi.
Direktur Teknik Java United, Achmad Resal Octavian, melontarkan kata-kata bernada diskriminatif kepada Shin Tae-yong saat laga melawan Persija Jakarta berlangsung. Insiden itu terekam dalam video yang beredar luas di media sosial dan memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
Persija Jakarta meraih kemenangan 1-0 atas Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, dengan gol tunggal dicetak Arlyansyah Abdulmanan. Namun hasil pertandingan itu tersamarkan oleh situasi panas di pinggir lapangan pada pertengahan laga.
Dalam video yang viral, Achmad Resal Octavian berteriak ke arah Shin Tae-yong dengan nada menantang. Ia menyebut pelatih asal Korea Selatan itu sebagai orang yang bukan berasal dari wilayah tersebut.
"Kamu di sini itu pendatang! Ini daerah saya," kata Achmad kepada STY dalam rekaman yang tersebar di media sosial.
Ucapan tersebut langsung menuai kecaman. Persija Jakarta tidak tinggal diam dan melayangkan laporan resmi atas dugaan diskriminasi yang diterima pelatihnya.
Macan Kemayoran berharap Komite Disiplin PSSI memproses perkara ini secara serius. Laporan yang diajukan Persija menjadi dasar permintaan agar ada tindakan tegas terhadap pihak yang melakukan diskriminasi.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan disiplin dalam kompetisi Super League musim ini. PSSI sebagai regulator kompetisi diharapkan memberi kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat.
Java United akhirnya angkat bicara melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram klub. Laskar Kepodang Emas menyatakan menyayangkan kericuhan yang terjadi dalam pertandingan tersebut.
"Atas kejadian dan kericuhan, dengan segala pemicu dan penyebab keributan saat pertandingan Persija vs Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta (19/9/2026), kami menyayangkan hal tersebut," begitu pernyataan Java United.
Klub juga menegaskan tidak akan mencampuri proses hukum yang sedang berjalan. Mereka mempercayakan sepenuhnya penyelesaian masalah ini kepada Komdis PSSI.
"Kami menyerahkan segala proses penyelesaian masalah dan kejadian tersebut sepenuhnya kepada Komite Disiplin PSSI. Kami yakin, setiap kejadian ada penyebab dan pemicunya yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan oleh Komdis," lanjut pernyataan tersebut.
Insiden ini berpotensi mempengaruhi atmosfer pertemuan berikutnya antara kedua tim. Selain itu, keputusan Komdis PSSI akan menjadi preseden soal penanganan kasus diskriminasi di sepak bola nasional.
Persija saat ini mengantongi tiga poin penuh dari laga tersebut, sementara Java United harus menerima kekalahan sekaligus sorotan tajam publik. Kedua klub kini menunggu langkah resmi dari otoritas kompetisi sebelum mengambil sikap lanjutan.