Indeks CoinDesk 20 mencatat kenaikan 2,5 persen ke level 2210,86 dengan seluruh aset komponennya parkir di zona hijau. Tren positif ini dipicu oleh reli kencang Near Protocol (NEAR) dan Internet Computer (ICP) yang melampaui performa aset besar seperti Bitcoin. Pergerakan ini menunjukkan adanya rotasi modal yang mulai mengalir ke aset kripto alternatif di pasar global.
Pasar kripto global menunjukkan resiliensi yang kuat dalam 24 jam terakhir. Indeks CoinDesk 20, yang menjadi tolok ukur performa aset digital paling likuid, berhasil menanjak 53,36 poin sejak penutupan perdagangan Selasa sore waktu ET. Menariknya, kenaikan ini tidak didorong oleh dominasi Bitcoin, melainkan oleh deretan aset kripto alternatif atau altcoin yang mencatatkan pertumbuhan dua digit.
Near Protocol (NEAR) menjadi bintang utama dalam reli kali ini dengan lonjakan harga mencapai 16,0 persen. Performa impresif ini diikuti oleh Internet Computer (ICP) yang menguat 10,4 persen. Kenaikan signifikan pada kedua aset ini memberikan dorongan besar bagi indeks untuk terus merangkak naik melampaui level psikologis 2200.
Di sisi lain, dua aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar justru tertinggal di barisan belakang. Bitcoin (BTC) hanya mencatatkan kenaikan tipis 0,9 persen, sementara Ethereum (ETH) tumbuh moderat di angka 1,5 persen. Fenomena ini mengindikasikan bahwa minat risiko (risk appetite) investor sedang bergeser ke aset-aset dengan kapitalisasi lebih kecil namun memiliki volatilitas keuntungan yang lebih tinggi.
Kondisi ini sering kali dilihat oleh para analis sebagai fase "altseason" mini, di mana investor mulai mendiversifikasi portofolio mereka keluar dari Bitcoin. Bagi trader di Indonesia, pergerakan NEAR dan ICP ini menjadi sinyal penting untuk memperhatikan kembali fundamental proyek-proyek blockchain layer-1 dan infrastruktur Web3 yang mulai kembali dilirik pasar global.
Kekuatan reli kali ini terlihat dari meratanya pertumbuhan di seluruh konstituen indeks. Tidak ada satu pun dari 20 aset dalam indeks CoinDesk 20 yang mencatatkan rapor merah. Situasi pasar yang "all green" seperti ini jarang terjadi dan biasanya menandakan sentimen positif yang merata di berbagai sektor industri kripto, mulai dari smart contract platform hingga aset pembayaran.
Indeks CoinDesk 20 sendiri merupakan indeks yang diperdagangkan di berbagai platform global di beberapa wilayah. Karena cakupannya yang luas, pergerakan indeks ini sering kali menjadi acuan bagi manajer investasi dan institusi untuk melihat kesehatan pasar kripto secara keseluruhan, bukan hanya terpaku pada pergerakan harga Bitcoin semata.
Kenaikan indeks sebesar 2,5 persen ini mencerminkan optimisme yang stabil di tengah dinamika ekonomi makro. Meskipun Bitcoin dan Ethereum bergerak lambat, stabilitas keduanya memberikan ruang bagi altcoin untuk melakukan "catch-up" atau mengejar ketertinggalan harga. Bagi pasar Indonesia, tren ini biasanya diikuti dengan peningkatan volume transaksi pada bursa kripto lokal untuk aset-aset yang sedang naik daun.
Investor perlu mencermati apakah momentum NEAR dan ICP ini dapat bertahan dalam jangka menengah atau hanya merupakan lonjakan sesaat akibat spekulasi jangka pendek. Dengan posisi indeks saat ini di level 2210,86, pasar menunggu apakah kekuatan beli akan mampu mendorong angka ini menuju rekor baru atau justru akan tertahan oleh aksi ambil untung (profit taking) dalam beberapa hari ke depan.