BENGKULU — Data yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa distribusi kendaraan listrik dari pabrik ke diler mengalami lonjakan signifikan pada April 2026. Angka ini tidak hanya mencerminkan tren, tetapi juga menunjukkan bahwa adopsi mobil listrik telah menjadi kebutuhan di kalangan konsumen Indonesia.
Distribusi mobil listrik menunjukkan pertumbuhan yang solid, mencerminkan minat yang terus meningkat dari konsumen. Pada bulan April 2026, total penjualan mencapai 14.815 unit, meningkat dari 10.394 unit pada Maret 2026. Lonjakan ini menegaskan bahwa segmen SUV dan MPV listrik semakin diminati oleh masyarakat.
Jaecoo J5 EV mempertahankan posisinya sebagai mobil listrik terlaris dengan penjualan 3.179 unit, naik 7,44% dari bulan sebelumnya. Desain yang menarik, fitur lengkap, serta strategi harga yang kompetitif menjadikan model ini favorit di segmen SUV listrik.
BYD M6 mencatatkan pertumbuhan penjualan yang luar biasa, dari 976 unit pada Maret 2026 menjadi 2.472 unit pada April 2026. Lonjakan ini memperkuat posisi BYD sebagai salah satu pemain utama di pasar kendaraan listrik Indonesia, didukung oleh model-model lainnya seperti BYD Sealion 7 dan BYD Atto 3 Advanced.
Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan penjualan mobil listrik di Indonesia antara lain:
Dengan persaingan yang semakin ketat di segmen kendaraan listrik, dominasi Jaecoo dan BYD membuka peluang besar bagi pabrikan lain untuk masuk ke pasar ini. Pasar EV Indonesia kini menjadi lebih kompetitif dengan kehadiran berbagai merek baru dan lama.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai dunia otomotif, tips membeli kendaraan, dan rekomendasi mobil terbaik, kunjungi Moladin.com.