BENGKULU — Manajemen Waskita Karya mengumumkan capaian ini dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta. Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan bahwa kunci utama penurunan utang adalah implementasi Master Restructuring Agreement (MRA) yang diteken pada 2024.
Strategi penyehatan keuangan tidak hanya soal utang. Beban keuangan perusahaan berhasil ditekan dari Rp 4,34 triliun menjadi Rp 4,00 triliun. Di sisi operasional, Waskita mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 8,82 triliun sepanjang 2025.
Laba kotor pun ikut terdongkrak sekitar 12 persen menjadi Rp 1,58 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,41 triliun. Kenaikan ini menunjukkan bahwa meskipun sedang dalam masa restrukturisasi, proyek-proyek konstruksi tetap berjalan dan menghasilkan margin yang lebih baik.
Salah satu titik kritis yang berhasil diselesaikan adalah kewajiban pajak. Ermy memastikan bahwa sejak restrukturisasi efektif pada 2024, seluruh utang pajak past due telah dilunasi 100 persen. "Per 2024, Waskita Karya tidak lagi memiliki utang pajak past due," tegasnya dalam keterangan resmi, Rabu (13/5/2026).
Dari sisi surat utang, perusahaan telah membayar kupon atas dua seri obligasi dan satu sukuk senilai total Rp 707 miliar hingga Desember 2025. Sementara itu, restrukturisasi obligasi non-penjaminan senilai Rp 3,35 triliun sudah mendapat persetujuan untuk tiga dari empat seri melalui RUPO, dengan satu seri sisanya masih dalam proses.
Kepercayaan pasar terhadap Waskita mulai pulih. Nilai Kontrak Baru (NKB) yang diraih perusahaan melonjak menjadi Rp 12,52 triliun pada 2025, dari sebelumnya hanya Rp 9,5 triliun. Ini menjadi sinyal bahwa proyek-proyek infrastruktur masih dipercayakan kepada Waskita.
Dalam RUPST, diputuskan tidak ada perubahan susunan direksi dan dewan komisaris. Artinya, jajaran di bawah Direktur Utama Muhammad Hanugroho akan melanjutkan strategi yang sudah berjalan. "Kami optimistis dapat memperkuat kinerja dan daya saing perusahaan. Kombinasi strategi digital dan konektivitas global diharapkan mampu mendongkrak kinerja bisnis," ujar Ermy.
Dengan utang yang terus terpangkas dan aliran proyek baru yang mengalir, Waskita Karya perlahan menunjukkan tanda-tanda bangkit dari tekanan keuangan yang sempat membelitnya.