KEPAHIANG — Tiga personel Polsek Bermani Ilir menyusuri lima desa di jalur strategis Kepahiang–Pagar Alam pada Sabtu malam. Desa Pagar Agung, Muara Langkap, Gunung Agung, Talang Pito, hingga Kembang Seri menjadi sasaran patroli yang dipimpin Brigpol M. Abdiansyah.
Patroli tidak sekadar berkeliling. Tim yang beranggotakan Brigpol Andi Saputra dan Brigpol Riki Alexander ini menerapkan metode dialogis. Mereka mendatangi warga satu per satu untuk menyampaikan imbauan keamanan.
“Kami membangun komunikasi yang baik dan akrab dengan warga. Harapannya, informasi sekecil apa pun yang berindikasi gangguan keamanan dapat segera tertangani,” kata Kapolres Kepahiang, AKBP Yuriko Fernanda, dalam keterangannya, Minggu (10/5).
Selain mencegah tindak pidana 3C — curat, curas, dan curanmor — petugas juga memberikan edukasi soal peredaran uang palsu. Belakangan, modus ini menjadi perhatian di wilayah hukum Kabupaten Kepahiang.
Tak lupa, pengguna jalan diingatkan untuk mematuhi aturan lalu lintas. “Patroli KRYD ini wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Tujuannya memberikan rasa aman dan nyaman,” tegas Kapolres.
Patroli dialogis dinilai efektif untuk menjaring informasi dari bawah. Warga yang biasanya enggan melapor ke kantor polisi, bisa langsung menyampaikan keluhan saat petugas berkeliling.
“Melalui pendekatan seperti ini, anggota kami bisa menjangkau informasi yang mungkin tidak sampai ke meja laporan,” tambah AKBP Yuriko Fernanda.
Kegiatan patroli rutin yang ditingkatkan ini akan terus digelar secara berkala, terutama di titik-titik yang dianggap rawan gangguan kamtibmas di wilayah perbatasan antar kabupaten.