Peugeot dan Jeep Siapkan 4 Model Baru Produksi China untuk Pasar Global Mulai 2025

Penulis: Saiful  •  Jumat, 15 Mei 2026 | 15:15:07 WIB
Pabrik Wuhan, China, menjadi basis produksi empat model baru Peugeot dan Jeep mulai 2025.

BENGKULU — Aliansi otomotif global Stellantis memperkuat cengkeramannya di pasar Asia dengan menandatangani kesepakatan manufaktur baru bersama Dongfeng. Kerja sama ini fokus pada optimalisasi pabrik Dongfeng Peugeot Citroen Automobile di Wuhan untuk memproduksi kendaraan yang tidak hanya dijual di China, tetapi juga dikirim ke berbagai negara.

Investasi Masif Rp 17,2 Triliun di Pabrik Wuhan

Langkah strategis ini didukung oleh pendanaan besar mencapai 1 miliar Euro atau setara Rp 17,2 triliun (kurs Rp 17.200). Dari total nilai tersebut, Stellantis berkontribusi sebesar 130 juta Euro atau sekitar Rp 2,2 triliun. Proyek ini juga mendapatkan dukungan penuh dari kebijakan industri otomotif di Provinsi Hubei dan pemerintah kota Wuhan.

Pemanfaatan basis produksi di China ini bertujuan untuk menekan biaya manufaktur sekaligus memanfaatkan rantai pasok komponen kendaraan listrik yang sudah matang di negara tersebut. Hal ini menjadi kunci bagi Stellantis untuk menghadirkan produk yang kompetitif secara harga di pasar global.

  • Total Investasi: 1 Miliar Euro (Rp 17,2 Triliun)
  • Kontribusi Stellantis: 130 Juta Euro (Rp 2,2 Triliun)
  • Lokasi Produksi: Pabrik Wuhan, China
  • Target Mulai Produksi: Tahun 2025

Peugeot Siapkan SUV Flagship dan Estate Berbasis Mobil Konsep

Dua model Peugeot yang akan lahir dari pabrik Wuhan ini mengambil inspirasi langsung dari mobil konsep Concept 6 dan Concept 8 yang sempat dipamerkan di Beijing Motor Show. Model pertama merupakan sebuah mobil estate bergaya rakish yang diprediksi akan menjadi penerus atau varian baru dari lini 508.

Sementara itu, model kedua adalah sebuah SUV flagship yang diposisikan sebagai kasta tertinggi dalam jajaran produk Peugeot. Mobil ini dikabarkan memiliki dimensi yang lebih besar dibandingkan model SUV manapun yang pernah diproduksi oleh pabrikan asal Prancis tersebut hingga saat ini.

Lini Jeep Off-Road Berteknologi New Energy Vehicle

Selain Peugeot, merek Jeep juga mendapatkan jatah dua model baru. Meskipun Stellantis belum merinci detail spesifikasi teknisnya, mereka memastikan bahwa kedua mobil ini masuk dalam kategori "off-road new energy vehicles" (NEV). Istilah ini merujuk pada kendaraan elektrifikasi, baik itu Plug-in Hybrid (PHEV) maupun Battery Electric Vehicle (BEV).

Kehadiran Jeep produksi China ini menandai pergeseran strategi merek asal Amerika Serikat tersebut dalam mengadopsi teknologi baterai untuk medan berat. Stellantis mengonfirmasi bahwa keempat model baru ini, baik Peugeot maupun Jeep, memang dirancang untuk memenuhi standar pasar global, meski daftar wilayah negara tujuan ekspor belum diumumkan secara mendetail.

CEO Stellantis, Antonio Filosa, menyatakan optimismenya terhadap kelanjutan kolaborasi yang sudah terjalin selama tiga dekade ini. Menurutnya, sinergi ini akan mempercepat adopsi teknologi EV terbaru pada merek-merek yang sudah memiliki basis penggemar kuat.

"Dengan rekam jejak kolaborasi selama lebih dari 30 tahun dan keahlian otomotif bersama, Stellantis dan Dongfeng siap untuk lebih memanfaatkan kekuatan mereka dan memperkenalkan kendaraan baru dengan teknologi EV mutakhir dari merek yang dipercaya dan dicintai pelanggan di seluruh dunia," ujar Antonio Filosa.

Reporter: Saiful
Sumber: autocar.co.uk This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top