BENGKULU — Inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Bengkulu tak hanya mengurangi volume limbah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga. Salah satu contohnya adalah Bank Sampah Srikandi Merah Putih (MP) di Kelurahan Padang Harapan, Kecamatan Gading Cempaka, yang berhasil mengubah sampah rumah tangga menjadi alat pembayaran kebutuhan pokok.
Nasabah cukup menyetorkan sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, kertas, dan barang bekas lainnya ke bank sampah. Sampah tersebut kemudian ditimbang dan dicatat sebagai saldo dalam buku tabungan milik masing-masing warga.
Hasil penjualan sampah yang terkumpul tidak hanya bisa dicairkan dalam bentuk uang tunai. Saldo tabungan itu juga dapat digunakan untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), tagihan listrik, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Skema ini dinilai efektif mendorong warga lebih rajin memilah sampah dari rumah.
Salah seorang nasabah mengaku sangat terbantu dengan program yang diresmikan pada 11 Juli 2025 itu. Ia berhasil menarik saldo tabungan sampah sebesar Rp750 ribu dalam sepekan terakhir.
“Alhamdulillah hari ini saya menarik saldo sebesar Rp750 ribu. Uang ini akan dipakai untuk membayar PBB, listrik, dan kebutuhan lainnya. Program seperti ini sangat membantu masyarakat,” ungkapnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, Anshar Amin, memberikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan bank sampah tersebut. Menurutnya, inovasi ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah bisa berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat.
“Keberadaan Bank Sampah Srikandi Merah Putih sangat membantu pemerintah dalam mengurangi volume sampah rumah tangga. Selain itu, program ini juga mampu menghadirkan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat, salah satunya membantu pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),” ujar Anshar saat meninjau kegiatan bank sampah bersama Lurah Padang Harapan, Najamuddin.
Keberhasilan Bank Sampah Srikandi Merah Putih disejajarkan dengan pencapaian Bank Sampah di Kelurahan Lempuing yang sudah berjalan lebih dulu. DLH Kota Bengkulu berharap inovasi serupa dapat diterapkan di berbagai kelurahan lainnya agar pengelolaan sampah semakin terintegrasi.
Lurah Padang Harapan, Najamuddin, menyampaikan bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari semangat gotong royong warga yang aktif mendukung kegiatan bank sampah sejak awal berdiri. Pemerintah optimistis Kota Bengkulu dapat menjadi salah satu daerah yang berhasil menerapkan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis partisipasi warga.