Pencarian

5 Kabupaten di Bengkulu Sepakat Terapkan Harga TBS Rp 3.465 per Kg, PKS Nakal Bakal Dilapor ke Wamentan

Minggu, 31 Mei 2026 • 11:05:01 WIB
5 Kabupaten di Bengkulu Sepakat Terapkan Harga TBS Rp 3.465 per Kg, PKS Nakal Bakal Dilapor ke Wamentan
Wakil Gubernur Bengkulu pimpin rapat penetapan harga TBS Rp 3.465 per kilogram.

BENGKULU — Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, kembali mengumpulkan pimpinan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dari lima kabupaten untuk menyepakati satu harga. Hasilnya, seluruh pabrik wajib mematok harga TBS sebesar Rp 3.465 per kilogram, sesuai keputusan Pemprov Bengkulu.

Rapat yang digelar di Aula Merah Putih Kantor Gubernur itu dihadiri langsung oleh Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajudin, dan Wakil Bupati Seluma, Gustianto. Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, serta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda, R.A. Denni, turut mendampingi.

Ancaman Laporan ke Wakil Menteri Pertanian

Mian menegaskan, perusahaan yang mangkir dari kesepakatan tak akan diberi toleransi. "Bagi perusahaan yang tidak hadir dan tidak menandatangani kesepakatan harga TBS, sebelumnya Pak Wamen telah meminta agar disampaikan perusahaan mana saja yang tidak berkomitmen," ujarnya.

Langkah ini menjadi tekanan terakhir bagi PKS yang selama ini kerap bermain dengan harga di bawah ketetapan. Menurut Mian, pelaporan ke Kementerian Pertanian akan menjadi konsekuensi serius bagi pabrik yang bandel.

Lima Kabupaten yang Sepakat

Kelima daerah yang menyepakati aturan ini meliputi Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, Kaur, Bengkulu Utara, dan Seluma. Rapat tersebut menjadi forum final untuk memastikan tidak ada lagi perbedaan harga yang merugikan petani sawit di tingkat tapak.

Petani Didorong Bermitra Langsung dengan PKS

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita, mengungkapkan bahwa pemerintah tak hanya berhenti pada penetapan harga. "Saat ini harga TBS ditetapkan sebesar Rp 3.465 per kilogram. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah provinsi dan kabupaten untuk membina petani sawit agar mulai bermitra langsung dengan PKS," tutup Sri Herlin.

Kemitraan langsung dinilai mampu memotong rantai tengkulak yang selama ini kerap menekan harga di tingkat petani. Pemerintah kabupaten dan provinsi bakal mendorong skema ini secara bertahap.

Bagikan
Sumber: bengkuluekspress.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks