ASN dan Kades di Bengkulu Utara Diduga Selingkuh Lagi Setelah Damai Adat, Keluarga Suami Kecewa

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:47:01 WIB
Oknum ASN dan kepala desa di Bengkulu Utara kembali diduga terlibat perselingkuhan setelah damai adat.

BENGKULU UTARA — Dugaan perselingkuhan antara seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan oknum kepala desa di Bengkulu Utara kembali mencuat ke publik. Bukan sekadar isu, pihak keluarga suami dari oknum ASN tersebut mengaku memiliki bukti dan kesaksian langsung atas hubungan terlarang yang disebut sudah berlangsung lama.

Kepada awak media, pihak suami mengungkapkan bahwa persoalan ini sebenarnya bukan hal baru. Bahkan, pada masa lalu, keduanya pernah mengikuti musyawarah adat di rumah ketua adat desa setempat untuk menyelesaikan masalah ini.

Damai Adat Gagal, Keduanya Diduga Kembali Bertemu

“Persoalan ini sebenarnya sudah lama. Bahkan dulu pernah dilakukan musyawarah adat dan perdamaian di rumah ketua adat desa kami. Waktu itu sudah ada kesepakatan bahwa keduanya tidak akan mengulangi lagi,” ungkap pihak suami, Jumat (22/5/2026).

Namun, kesepakatan itu diduga dilanggar. Pihak keluarga mengaku beberapa kali memergoki keduanya bertemu secara diam-diam. Salah satu momen yang sempat terekam adalah saat oknum ASN dan oknum kades terlihat masuk ke sebuah ATM bersama.

“Namanya manusia kalau sudah gelap mata dan hatinya, ya seperti ini. Kami pernah mendokumentasikan mereka bertemu dan masuk ke ATM berdua,” ujarnya.

Penggerebekan Gagal karena Informasi Bocor

Puncaknya, keluarga suami hampir melakukan penggerebekan saat oknum kades diduga mengantar oknum ASN ke tempat pijat urut. Namun, rencana itu gagal karena informasi diduga bocor lebih dulu.

“Beberapa waktu lalu mereka hampir kami gerebek saat oknum kades mengantar oknum ASN urut di salah satu tukang urut. Tapi informasi itu bocor, jadi saat kami datang oknum kades sudah melarikan diri dan yang kami temui hanya oknum ASN, di tempat tukang urut,” bebernya.

Keluarga suami pun mengaku kecewa berat. Mereka menilai mediasi adat yang sebelumnya ditempuh tidak memberikan efek jera. “Sepandainya tupai melompat suatu saat pasti akan jatuh. Ini seperti menyimpan bangkai, lama-kelamaan pasti akan tercium juga aromanya,” ujar salah satu anggota keluarga dengan nada kecewa.

Belum Ada Klarifikasi dari Oknum ASN dan Kades

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari oknum ASN yang bertugas di salah satu instansi di Bengkulu Utara maupun oknum kepala desa yang disebut dalam dugaan tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi untuk memperoleh keterangan berimbang.

Kasus ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Bengkulu Utara. Publik menanti langkah tegas dari pihak berwenang, baik dari instansi tempat oknum ASN bekerja maupun pemerintah desa terkait, agar persoalan ini tidak terus menjadi konsumsi liar yang meresahkan.

Reporter: Yasir
Sumber: tintarakyat.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top