BENGKULU SELATAN — Isu yang menyebut mobil pemadam kebakaran (damkar) baru mengisi air saat terjadi kebakaran langsung dibantah tegas oleh Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Bengkulu Selatan, Efredy Gunawan. Ia memastikan seluruh armada yang berjumlah tiga unit selalu dalam kondisi siaga penuh 24 jam.
“Kami ingin meluruskan informasi yang menyebut damkar baru mengisi air saat ada kebakaran. Itu sama sekali tidak benar. Seluruh armada kami selalu standby dalam kondisi tangki air penuh,” ujar Efredy, Jumat (22/5/2026).
Response Time 5-10 Menit Jadi Kunci Cegah Api Meluas
Efredy menjelaskan, petugas damkar menerapkan standar waktu tanggap atau response time yang ketat. Begitu laporan masuk, personel dan armada dipastikan sudah meluncur dalam waktu 2 hingga 3 menit.
“Dalam waktu 2 hingga 3 menit setelah laporan masuk, personel kami dipastikan sudah berada di dalam mobil dan meluncur,” tegasnya.
Setelah itu, target tiba di lokasi kejadian adalah 5 hingga 10 menit. Kecepatan ini dinilai paling krusial untuk mencegah kobaran api meluas ke bangunan lain di sekitarnya.
Proses Pemadaman: Persiapan Alat Hingga Penjinakan Api
Sesampainya di lokasi, petugas langsung menjalankan prosedur teknis. Proses persiapan alat seperti pemasangan Power Take Off (PTO) dan membentangkan selang memakan waktu sekitar 5 menit sebelum penyiraman air ke titik api dimulai.
Rata-rata proses penjinakan api berlangsung sekitar 20 menit. Namun, durasi ini bersifat dinamis dan sangat bergantung pada medan jalan serta skala kebakaran.
“Fokus utama petugas bukan hanya memadamkan objek yang terbakar, tetapi juga melakukan lokalisasi agar api tidak merembet ke bangunan lain,” jelas Efredy.
Pengecekan Rutin Diperketat, Antisipasi Kebakaran Berantai
Efredy menambahkan, jika penanganan di lokasi terlambat lebih dari 30 menit, dampak fatal berupa kebakaran berantai pada rumah-rumah tetangga di area padat penduduk hampir dipastikan tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, pengecekan rutin terhadap kondisi fisik tiga armada mobil damkar terus diperketat setiap harinya.