MANNA — Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kabupaten Bengkulu Selatan Efredy Gunawan mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 14.15 WIB. Petugas langsung bergerak ke lokasi dan berhasil memadamkan api secara total sekitar pukul 16.00 WIB, dibantu oleh warga setempat.
Api Bermula dari Dapur Rumah Seorang Lansia
Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, kobaran api pertama kali terlihat muncul dari bagian dapur rumah milik Nurbaiti (67). Warga yang melihat kepulan asap sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Namun, karena material bangunan yang mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan merambat ke tiga bangunan rumah di sekitarnya. Akibatnya, rumah milik Nurbaiti, Iwan (50), Mikar (60), dan Elpian (50) beserta sebuah bangunan warung ludes terbakar.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki Polisi
Efredy memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa ini. "Korban jiwa nihil. Saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian," ujarnya.
Usai pemadaman, petugas Damkar Bengkulu Selatan tetap menyisir lokasi untuk melakukan proses pendinginan guna memastikan seluruh titik api telah benar-benar padam sebelum meninggalkan tempat kejadian perkara.
Imbauan Damkar: Periksa Dapur dan Instalasi Listrik
Menanggapi kejadian ini, Efredy mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran. "Kami kembali mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kondisi dapur serta instalasi listrik di rumah masing-masing guna mengantisipasi bahaya kebakaran," katanya.
Peristiwa kebakaran di wilayah pedesaan kerap dipicu oleh kelalaian, seperti kompor gas yang tidak dimatikan atau korsleting listrik. Pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik dan kebiasaan mematikan kompor usai memasak menjadi langkah sederhana yang bisa mencegah musibah serupa.