BENGKULU — Pemerintah Kota Bengkulu memperluas jangkauan layanan publik bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan yang meninggal dunia. Melalui program Four in One, dokumen kependudukan sekaligus santunan kematian kini diantarkan langsung ke rumah duka, tanpa keluarga harus mendatangi instansi satu per satu.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, menyerahkan secara simbolis dokumen dan santunan kepada ahli waris almarhum H.M Yunus Musa di Kelurahan Kebun Ros, Kecamatan Teluk Segara. Total bantuan yang diterima mencapai Rp18.972.350, terdiri dari uang duka wafat dan asuransi kematian dari Taspen.
“Atas nama Pemerintah Kota Bengkulu, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Medy di hadapan keluarga yang hadir, Minggu malam.
Program Four in One merupakan pengembangan dari layanan sebelumnya, Three in One. Jika sebelumnya layanan hanya mencakup pengurusan dokumen kependudukan bagi warga yang meninggal, kini cakupan diperluas khusus untuk ASN dan pensiunan. Pemkot juga membantu pengurusan administrasi jaminan dan santunan dari Taspen sehingga ahli waris tidak perlu mengurus berkas secara terpisah.
Medy menjelaskan, inovasi ini menjadi solusi praktis di tengah suasana duka. Keluarga tidak lagi harus mendatangi berbagai instansi untuk menyelesaikan administrasi kependudukan maupun pencairan santunan.
Dalam kesempatan itu, Medy menyerahkan tiga dokumen penting kepada ahli waris: Kartu Tanda Penduduk (KTP) perubahan, Kartu Keluarga (KK) terbaru, dan Akta Kematian. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bengkulu meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis kemudahan dan kepastian administrasi.
Penyerahan santunan itu disambut haru oleh pihak keluarga. Kehadiran pemerintah secara langsung di rumah duka dinilai menjadi bentuk empati sekaligus kepedulian sosial terhadap masyarakat yang sedang mengalami kehilangan.
Menutup sambutannya, Medy menyampaikan pesan khusus dari Wali Kota Bengkulu yang saat ini tengah menjalankan ibadah haji di Makkah. Wali Kota mengimbau warga untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan masyarakat yang mengalami kesulitan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun kondisi rumah yang tidak layak huni.
“Jika ada warga yang membutuhkan bantuan pendidikan, layanan kesehatan, ataupun rumah tidak layak huni, segera laporkan melalui RT, RW, lurah hingga camat. Pemerintah Kota Bengkulu siap memberikan bantuan sesuai kemampuan dan aturan yang berlaku,” tutup Medy.
Program Four in One menjadi salah satu inovasi pelayanan publik yang terus dikembangkan Pemkot Bengkulu. Pemerintah daerah menargetkan layanan ini bisa menjangkau lebih banyak keluarga ASN dan pensiunan di seluruh kecamatan, dengan harapan birokrasi yang berbelit bisa diminimalkan. Ke depan, Pemkot juga membuka kemungkinan perluasan program serupa untuk warga non-ASN.