Pria Berbaju Putih Ancam Pengunjung Kafe dengan Pisau di Kota Manna, Diduga Pejabat Kementerian Berinisial AM

Penulis: Saiful  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 13:20:06 WIB
Pria berbaju putih mengancam pengunjung kafe dengan pisau di Kota Manna.

KOTA MANNA — Sebuah video berdurasi 29 detik yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang pria mengenakan kemeja putih dan celana hitam berdiri di depan 152 HUB Caffe, kawasan Pematang Bangau Jalan Letnan Tukiran, Kelurahan Pasar Baru. Dalam rekaman tersebut, ia tampak menggenggam pisau berukuran panjang di tangan kanan sambil berteriak menantang seseorang.

Awal Mula Keributan: Mobil Pengunjung Parkir di Depan Rumah

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan bahwa peristiwa itu dipicu oleh mobil pengunjung kafe yang terparkir di depan akses pintu masuk rumah pria tersebut. "Ini bapak yang ancam pakai senjata tajam perkara mobil pengunjung parkir di jalan pintu masuk rumah," ujar seorang narasumber di lokasi kejadian.

Dalam video, pria tersebut terus bergerak maju sambil tangan kirinya memberi isyarat memanggil. "Sini-sini," ujarnya dengan emosi memuncak. Sejumlah warga berusaha menghalau, termasuk seorang perempuan berjilbab berbaju biru muda yang terdengar menenangkan suasana. "Jangan lah gitu, om nih litak njak jauh ah, tolong udemlah," ucap perempuan itu dalam video.

Identitas Terduga: Berinisial AM, Baru Dilantik?

Narasumber di lapangan menyebut pria tersebut berinisial AM dan dikenal dengan sapaan TM. Ia diduga merupakan pejabat di salah satu kementerian. "Katanya belum lama ini beliau dilantik," tambah narasumber sambil menunjukkan foto pamflet ucapan pelantikan yang dikaitkan dengan sosok tersebut.

Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kementerian terkait maupun aparat kepolisian setempat mengenai identitas dan jabatan pria dalam video itu.

Upaya Damai: Keluarga Minta Maaf, Korban Menolak

Pasca kejadian, pihak keluarga dan perwakilan pria tersebut dikabarkan telah mendatangi korban untuk menyampaikan permohonan maaf. Namun, hingga kini korban belum bersedia menerima. Korban menginginkan permintaan maaf dilakukan langsung oleh pria yang bersangkutan, bukan melalui perantara.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus pengancaman dengan senjata tajam yang dipicu masalah sepele di ruang publik. Warga berharap aparat segera turun tangan untuk menyelidiki dan memastikan tidak ada lagi eskalasi di lapangan.

Reporter: Saiful
Sumber: bengkuluekspress.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top