Kemenag Bengkulu Tengah Catat 814 Hewan Kurban Dipotong saat Iduladha 1447 H, Terbanyak Sapi

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 17:00:01 WIB
Petugas Kemenag Bengkulu Tengah memantau pemotongan 814 hewan kurban pada Iduladha 1447 H.

BENGKULU TENGAH — Sebanyak 814 ekor hewan kurban dipotong di Kabupaten Bengkulu Tengah pada momen Iduladha 1447 H. Angka itu merupakan hasil rekapitulasi akhir dari tim pengawas Kemenag setempat yang memantau langsung proses pemotongan di lapangan.

Mayoritas Sapi, Tersebar di Puluhan Titik

Dari total tersebut, sapi menjadi jenis hewan kurban yang paling banyak dipotong. Rinciannya, 412 ekor sapi, 2 ekor kerbau, dan 400 ekor kambing. Pemotongan dilakukan di masjid-masjid dan lapangan desa yang sudah ditetapkan sebagai lokasi kurban.

Petugas Kemenag Bengkulu Tengah turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi jumlah dan memastikan hewan yang dipotong memenuhi syarat kesehatan serta sesuai ketentuan syariat Islam. Pemeriksaan ini berlangsung sejak hari pertama penyembelihan hingga hari tasyrik.

Proses Verifikasi: Dari Kelayakan hingga Distribusi

Proses pencatatan tidak hanya berhenti pada jumlah. Tim Kemenag juga mengecek kelengkapan administrasi dari panitia kurban di setiap lokasi. Mereka memastikan hewan yang dipotong tidak cacat, cukup umur, dan telah melalui pemeriksaan antemortem oleh petugas kesehatan hewan.

Setelah dipotong, daging kurban langsung didistribusikan kepada warga yang berhak, terutama di wilayah pedesaan yang warganya mayoritas petani dan buruh harian. Distribusi ini juga dipantau untuk menghindari penumpukan di satu titik.

Apa yang Berbeda dari Tahun Lalu?

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah hewan kurban tahun ini terpantau stabil. Namun, yang menonjol adalah peningkatan partisipasi warga di desa-desa terpencil. Kemenag mencatat beberapa desa yang sebelumnya jarang menggelar kurban, kini mulai mengadakan pemotongan secara mandiri.

Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat Bengkulu Tengah terhadap ibadah kurban semakin meluas. Pihak Kemenag pun mengapresiasi kerja keras panitia di tingkat desa yang mampu mengorganisir pemotongan dengan tertib dan higienis.

Daging Kurban: Langsung Sampai ke Penerima

Petugas juga memastikan tidak ada daging kurban yang dijual kembali. Seluruh daging dibagikan secara gratis kepada warga, termasuk fakir miskin dan anak yatim. Proses distribusi dilakukan maksimal sehari setelah pemotongan agar daging tetap segar.

Kemenag Bengkulu Tengah berencana menerbitkan laporan resmi terkait data ini sebagai arsip sekaligus bahan evaluasi untuk pelaksanaan kurban tahun depan. Laporan tersebut akan mencakup rincian per kecamatan dan jenis hewan.

Reporter: Sutomo
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top