CURUP — Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menggelar upacara peringatan HUT Kota Curup ke-146 dengan mengusung tema "Bersama Kita Lestarikan Budaya, Wujudkan Rejang Lebong Bahagia dan Istimewa." Plt Bupati Hendri dalam amanatnya menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan.
"Momentum hari ini hendaknya bukan sekadar seremonial belaka, tetapi menjadi saat penuh makna untuk mengenang perjuangan para pendahulu dalam memperkuat persatuan serta meneguhkan komitmen dalam membangun Rejang Lebong yang lebih maju, sejahtera, dan berbudaya," ujar Hendri di hadapan ribuan peserta upacara.
Upacara yang digelar Jumat pagi itu menjadi ajang silaturahmi para pemimpin di Provinsi Bengkulu. Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Dr. H. Herwan Antoni turut hadir mendampingi lima bupati, yakni Bupati Kepahiang Zurdi Nata, Bupati Bengkulu Tengah Rahmat Irianto, Bupati Kaur Gusril Pausi, dan Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajudin.
Tak hanya itu, Ketua DPRD Rejang Lebong Juliansyah Yayan, Sekretaris Daerah Iwan Sumantri, serta jajaran Forkopimda dan tokoh adat juga memadati halaman Pemkab. Kehadiran Kepala Kantor Kemenag Rejang Lebong, Dr. H. Rahman Umar, didampingi Ketua DWP Ny. Hj. Yuliani Rahman, menambah khidmat jalannya upacara.
Tema "Bersama Kita Lestarikan Budaya, Wujudkan Rejang Lebong Bahagia dan Istimewa" dipilih sebagai ajakan kolektif kepada seluruh elemen masyarakat. Menurut Plt Bupati, budaya lokal harus dijaga sebagai identitas yang membedakan Rejang Lebong dari daerah lain.
Usai upacara, Kakan Kemenag Rahman menyampaikan harapannya agar momentum ini memperkuat sinergi lintas sektor. "Semoga di usia ke-146 ini, Kota Curup semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan nilai-nilai budaya serta religius tetap terjaga dengan baik," ungkap Rahman.
Kota Curup yang berusia 146 tahun merupakan ibu kota Kabupaten Rejang Lebong. Sejak awal berdiri, kota ini berkembang menjadi pusat administrasi dan perdagangan di wilayah dataran tinggi Bengkulu. Peringatan hari jadi tahun ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang daerah yang terus berbenah.
Kakan Kemenag menambahkan, peringatan hari jadi daerah harus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan, baik di bidang pendidikan, keagamaan, sosial, maupun pelestarian budaya lokal. "Mari bersama-sama kita membangun Rejang Lebong yang bahagia dan istimewa," pungkasnya.