BENGKULU — Rugi bersih Xpeng yang membengkak hampir tiga kali lipat menjadi 1,78 miliar yuan pada Januari-Maret 2026 menunjukkan tekanan margin yang parah di tengah perang harga. Padahal, pada kuartal sebelumnya perusahaan masih membukukan laba 383,2 juta yuan. Pendapatan kuartal pertama memang sedikit di atas ekspektasi di angka 13,03 miliar yuan, tapi itu belum cukup menutup biaya operasional yang membesar.
Total pengiriman kendaraan Xpeng pada kuartal pertama 2026 hanya mencapai 62.682 unit. Angka itu merosot 33,3 persen dibandingkan 94.008 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk kuartal yang berakhir Juni, Xpeng memperkirakan pengiriman berada di kisaran 100.000 hingga 106.000 unit—masih di bawah volume pengiriman kuartal kedua 2025 yang mencapai 112.345 unit.
Penjualan mobil domestik di China sendiri tercatat turun selama tujuh bulan berturut-turut hingga April. Estimasi industri juga menunjukkan penjualan EV dan plug-in hybrid (PHEV) akan melambat pada 2026, memperburuk prospek bagi pemain seperti Xpeng.
CEO Xpeng, He Xiaopeng, mengklaim momentum mulai terbangun setelah peluncuran model GX. "Tahun ini Xpeng akan menghadirkan empat model baru, yang akan mendukung pertumbuhan penjualan yang kuat," ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (2/6). Meski demikian, para analis masih skeptis karena kompetisi di segmen EV China kian ketat dengan hadirnya pemain seperti BYD dan Nio yang juga gencar menurunkan harga.
Produsen EV China disebut masih bertaruh pada teknologi bantuan mengemudi canggih (ADAS), kendaraan fitur melimpah, serta perluasan lini produk untuk menghadapi perlambatan pasar. Namun, strategi itu membutuhkan investasi riset yang besar dan belum tentu langsung mendongkrak profitabilitas dalam jangka pendek.
Saham Xpeng yang diperdagangkan di Amerika Serikat menyusut hampir 19 persen sepanjang tahun ini. Meski sempat naik tipis pada awal perdagangan setelah pengumuman kinerja, sentimen negatif masih mendominasi. Proyeksi pendapatan kuartal kedua yang berada di bawah konsensus analis—19,60 miliar yuan hingga 20,80 miliar yuan versus estimasi 21,71 miliar yuan—menjadi pukulan telak bagi kepercayaan investor.
Dengan rugi bersih yang terus melebar dan pengiriman yang belum pulih ke level tahun lalu, Xpeng menghadapi ujian berat untuk membuktikan bahwa model-model barunya mampu membalikkan keadaan. Pasar menunggu apakah strategi peluncuran empat model baru cukup untuk merebut kembali pangsa pasar yang tergerus. (ryh/mik)