KEPAHIANG — Aparat kepolisian memastikan langkah penyegelan terhadap dapur SPPG Prumnas Kroya baru akan dilakukan setelah hasil laboratorium sampel makanan MBG keluar. Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, SH S.Ik MH menyatakan bahwa pihaknya sudah mengambil sampel menu yang diduga terkontaminasi dan menyerahkannya ke BPOM untuk diteliti lebih lanjut.
"Belum disegel, kita masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang sudah diambil oleh BPOM," kata Kapolres Kepahiang.
SPPG Prumnas Kroya diketahui mendistribusikan program MBG untuk 1.700 penerima manfaat yang tersebar di lima sekolah di wilayah Kepahiang. Namun, insiden keracunan hanya terjadi di SD Negeri 18 Kepahiang. Kapolres menyebut pihaknya belum menerima laporan adanya korban dari sekolah lain yang menerima pasokan dari dapur yang sama.
"Nanti dilakukan penyelidikan, terkontaminasi makanannya dimana yang berdampak pada dugaan keracunan yang dialami oleh pelajar, guru dan penjaga sekolah yang mengalami gejala gatal, pusing dan muntah usai menyantap menu MBG ini. Sementara korban dari SDN 18 Kepahiang saja," jelas Kapolres Kepahiang.
Polres Kepahiang sudah menindaklanjuti kasus ini dengan melakukan penyidikan awal. Langkah penyegelan terhadap dapur SPPG merupakan salah satu opsi yang disiapkan untuk menghentikan sementara aktivitas produksi jika hasil laboratorium membuktikan adanya kontaminasi pada makanan. Kapolres menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai dengan temuan ilmiah dari BPOM.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak SPPG Prumnas Kroya maupun Dinas Pendidikan setempat mengenai penanganan dan evaluasi program MBG di Kepahiang. Para korban yang mengalami gejala keracunan saat ini masih dalam pemantauan medis.