Danantara dan Latitude Energy Teken MoU Gasifikasi Batu Bara, Target Kurangi Impor Gas Sintetis

Penulis: Fajar  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:32:41 WIB
Penandatanganan MoU antara Danantara dan Latitude Energy untuk gasifikasi batu bara di Jakarta.

BENGKULU — Kerja sama ini diumumkan di Jakarta pekan ini. Latitude Energy membawa teknologi TRIG, yang disebut-sebut sebagai teknologi gasifikasi batu bara paling canggih di dunia. Teknologi ini sudah terbukti mampu mengonversi batu bara menjadi syngas (gas sintetis) secara efisien.

Bagi Indonesia, negara yang termasuk produsen batu bara terbesar global, inovasi ini menjadi peluang besar. Selama ini, batu bara kalori rendah sering dianggap kurang ekonomis. Lewat gasifikasi, sumber daya itu bisa diubah menjadi bahan baku industri atau energi yang lebih bernilai.

Dukungan Penuh dari Pemerintah AS

Joy M. Sakurai, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, menyebut potensi kerja sama ini sangat besar. "Hubungan perdagangan dan investasi antara Amerika Serikat dan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (10/7).

Pernyataan itu menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar bisnis, tetapi juga bagian dari penguatan hubungan bilateral kedua negara di sektor energi.

Strategi Kemandirian Energi Nasional

Sigit P. Santosa, CEO PT Danantara Development Management Fund, menjelaskan bahwa kemitraan ini sejalan dengan strategi pemerintah Indonesia. "Kemitraan ini mendukung strategi pemerintah Indonesia yang lebih luas dalam mewujudkan kemandirian energi melalui pemanfaatan batu bara berkalori rendah," kata Sigit.

Dengan memproduksi gas sintetis di dalam negeri, Indonesia bisa mengurangi volume impor gas yang selama ini membebani neraca perdagangan. Di sisi lain, proyek ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di sektor hilir batu bara.

Indonesia Jadi Panggung Utama di Asia Tenggara

Latitude Energy tidak hanya melihat Indonesia sebagai pasar pertama. Perusahaan asal AS itu menargetkan proyek ini menjadi batu loncatan untuk mengembangkan proyek serupa di kawasan Asia Tenggara.

"MoU ini merupakan tonggak penting dalam kemitraan kami dengan Danantara untuk memajukan ketahanan energi dan pengembangan industri Indonesia," ujar Jacob Thomas, President & CEO Latitude Energy Holdings Inc. Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen menghadirkan teknologi unggulan AS, mengembangkan kapasitas lokal, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi industri hilir Indonesia.

Kemitraan ini disebut sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya mewujudkan kedaulatan energi Indonesia. Dengan sumber daya batu bara yang melimpah dan teknologi yang tepat, target itu bukan lagi sekadar wacana.

Reporter: Fajar
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top