BENGKULU — Pemerintah Provinsi Bengkulu menyebut keragaman kuliner khas daerah harus mampu menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan UMKM setempat. Hal ini disampaikan Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Bengkulu, H. Nandar Munadi, saat membuka Festival Warisan Rasa Asia yang dirangkai dengan peringatan HUT ke-79 Koperasi.
“Daerah kita ini memiliki beragam kuliner khas. Dengan keragaman tersebut, harusnya bisa memberi dampak bagi perkembangan UMKM di Bengkulu,” ujar Nandar.
Menurut Nandar, potensi kuliner yang besar tidak akan optimal tanpa kolaborasi dari berbagai pihak. Ia menekankan bahwa dukungan lintas sektor harus terus diperkuat, bukan hanya sekadar untuk membangkitkan UMKM, tetapi juga untuk menjaga kelestarian cita rasa khas daerah.
“Festival kuliner ini merupakan salah satu wadah bagi kita, khususnya para pelaku UMKM untuk memperkenalkan kuliner khas daerah Bengkulu,” kata Nandar menambahkan.
Uniknya, festival ini tidak hanya menyajikan makanan khas Nusantara. Nandar mengapresiasi kehadiran hidangan mancanegara seperti masakan Korea dan Thailand dalam gelaran tersebut. Ia menilai variasi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekaligus memperluas pasar bagi para pelaku UMKM.
“Karena dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat, sekaligus mendukung perkembangan pelaku UMKM,” ujar Nandar.
Perwakilan penyelenggara, Hendry, menjelaskan bahwa Festival Warisan Rasa Asia sengaja dirancang sebagai sarana promosi agar produk UMKM semakin dikenal masyarakat luas. Selain berburu kuliner, pengunjung juga bisa melihat langsung ragam produk lokal yang dipamerkan.
“Melalui festival ini kami ingin mendukung UMKM sekaligus memperkenalkan berbagai makanan khas Nusantara dan kuliner Asia kepada masyarakat,” jelas Hendry.
Hendry merinci bahwa festival yang berlangsung selama sembilan hari tersebut menghadirkan 35 tenant dari berbagai daerah. Ia mengajak masyarakat untuk datang dan menikmati sajian yang tersedia.
“Pelaksanaan festival berlangsung selama sembilan hari. Masyarakat dapat menikmati beragam sajian kuliner, sekaligus mendukung produk-produk UMKM lokal yang ditampilkan dalam festival ini,” demikian Hendry.