Legenda Lintah dan Bendungan Gagal: Dua Versi Asal-usul Nama Danau Dendam Tak Sudah di Bengkulu

Penulis: Yasir  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 17:46:02 WIB
Lintah raksasa konon merupakan jelmaan sepasang kekasih yang mengakhiri hidup di Danau Dendam Tak Sudah akibat cinta tak direstui.

BENGKULU — Danau Dendam Tak Sudah di Kota Bengkulu sebentar lagi tak hanya menawarkan panorama alam. Melalui program revitalisasi dari Kementerian PU, kawasan ini akan dilengkapi storytelling signage yang menceritakan asal-usul nama danau yang selama puluhan tahun menjadi identitas masyarakat setempat.

Konsep ini bertujuan memberikan pengalaman wisata yang lebih edukatif. Pengunjung tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga diajak memahami sejarah, legenda rakyat, dan nilai budaya yang melekat pada danau tersebut.

Kisah Cinta yang Berakhir Tragis

Di kalangan masyarakat lokal Bengkulu, setidaknya terdapat dua versi yang menjelaskan asal-usul nama "Dendam Tak Sudah". Versi pertama berasal dari cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun.

Konon, dahulu terdapat sepasang kekasih yang menjalin hubungan asmara. Namun, kisah cinta mereka tidak mendapat restu dari kedua orang tua. Karena putus asa, keduanya memutuskan mengakhiri hidup dengan melompat ke danau.

Dalam legenda tersebut, pasangan itu dipercaya berubah menjadi sepasang lintah yang hingga kini masih menghuni danau. Nama "Dendam Tak Sudah" diyakini menggambarkan rasa kecewa dan dendam yang tak pernah selesai akibat cinta yang kandas.

Proyek Bendungan Kolonial yang Mangkrak

Versi lain menyebutkan bahwa nama danau ini berasal dari masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Saat itu, pemerintah kolonial berencana membangun sebuah dam atau bendungan di kawasan tersebut untuk irigasi perkebunan.

Namun, proyek tersebut tidak pernah selesai hingga akhirnya terbengkalai. Dalam pelafalan masyarakat setempat, kata dam lambat laun berubah menjadi "dendam".

Kedua versi legenda ini akan menjadi bagian dari media informasi yang dipasang di kawasan danau. Dengan pendekatan storytelling tourism, wisatawan diharapkan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memahami kisah yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Bengkulu.

Program penataan ini juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Danau Dendam Tak Sudah tak lama lagi tidak hanya menawarkan panorama alam yang asri, tetapi juga pengalaman wisata yang lebih edukatif bagi setiap pengunjung.

Reporter: Yasir
Sumber: kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top