BENGKULU — Pertemuan antara Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu H. Saefuddin berlangsung di ruang kerja wali kota, Selasa (21/7/2026). Wali kota datang didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Medy Pebriansyah dan Asisten I Alex Periansyah. Agenda utama: menyatukan langkah pembangunan masyarakat yang religius sekaligus toleran.
Dedy menyebut silaturahmi ini sebagai momentum awal untuk memperluas kerja sama yang sudah terjalin. Ia membuka ruang selebar-lebarnya bagi Kemenag untuk menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
"Silaturahmi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi yang selama ini telah terjalin. Kami berharap kerja sama yang dibangun dapat semakin luas dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Bengkulu," ujar Dedy dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa.
Anak Muda Jadi Sasaran Utama Pembinaan Karakter
Wali kota menaruh perhatian khusus pada pembinaan anak-anak dan remaja. Menurutnya, generasi muda adalah aset masa depan daerah yang harus tumbuh dengan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual.
"Mereka harus tumbuh menjadi pribadi yang unggul, tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan spiritual. Keseimbangan inilah yang akan menjadi pondasi dalam membangun Kota Bengkulu yang religius dan berdaya saing," ungkap Dedy.
Ia berharap anak-anak di Kota Bengkulu semakin aktif mengikuti kegiatan keagamaan. Langkah ini dinilai penting sebagai bekal menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.
Kemenag: Sinergi Lintas Sektor Kunci Keberhasilan
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu H. Saefuddin menyambut hangat inisiatif tersebut. Ia menilai komunikasi dan koordinasi yang baik antara kedua lembaga akan membuat program keagamaan berjalan optimal.
Menurut Saefuddin, sinergi lintas sektor menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi yang erat, berbagai program pembinaan keagamaan diharapkan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan generasi muda.
Program Strategis: Dari Pendidikan Agama hingga Moderasi Beragama
Pertemuan itu juga menjadi ajang bertukar gagasan soal program strategis yang bisa dikembangkan bersama. Beberapa di antaranya mencakup peningkatan pendidikan keagamaan, penguatan nilai toleransi, dan pembinaan karakter generasi muda melalui kegiatan keagamaan yang positif.
Dedy menilai peran Kementerian Agama sangat penting dalam mendukung pembinaan karakter masyarakat. Mulai dari pendidikan agama, penguatan moderasi beragama, hingga pembinaan rumah ibadah dan lembaga pendidikan keagamaan.
Pemerintah Kota Bengkulu optimistis kolaborasi ini akan memperkuat upaya menciptakan masyarakat yang harmonis dan religius. Target jangka panjangnya, Kota Bengkulu mampu melahirkan generasi muda yang unggul secara akademik sekaligus memiliki integritas, akhlak mulia, dan kepedulian sosial yang tinggi menuju Indonesia Emas 2045.