BENGKULU SELATAN — Harga TBS kelapa sawit di PT SBS kini berada di Rp2.730 per kilogram, naik dari posisi sebelumnya Rp2.700. Sementara itu, harga di PT BSL masih bertahan di Rp2.800 per kilogram. Selisih yang hanya Rp70 ini merupakan yang tertipis dalam beberapa pekan terakhir.
Kenaikan sebesar Rp30 per kilogram terjadi di PT SBS, pabrik kelapa sawit yang selama ini kerap menjadi acuan harga di Bengkulu Selatan. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, Arif Budiman, menyebut pergerakan ini memberi harapan setelah harga sebelumnya fluktuatif.
"Hari ini harga sawit di PT SBS mengalami kenaikan sebesar Rp30 per kilogram. Kenaikan ini membuat harga di PT SBS hampir menyusul harga di PT BSL yang telah mencapai Rp2.800 per kilogram," ujar Arif.
Arif menjelaskan, harga TBS menjadi penentu utama pendapatan petani. Ketika harga naik, petani bisa meraup keuntungan setelah menutup biaya produksi yang terus meningkat. Sebaliknya, jika harga anjlok, beban operasional kebun — mulai dari pupuk, pemeliharaan, pengendalian hama, hingga biaya panen dan transportasi — tidak otomatis ikut turun.
"Alhamdulillah, kita harapkan harga ini mulai stabil dan tidak ada penurunan yang begitu signifikan," kata Arif.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan berharap tren kenaikan dapat berlanjut setidaknya hingga harga stabil. Sektor perkebunan kelapa sawit masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di daerah itu. Harga yang stabil dinilai tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga menjaga perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Belum ada pernyataan resmi dari PT SBS maupun PT BSL mengenai prospek harga dalam waktu dekat. Petani di Bengkulu Selatan kini hanya bisa berharap selisih Rp70 itu terus menyempit hingga harga benar-benar setara.