BENGKULU — Para pengguna setia Galaxy Z Fold yang berharap bisa menggunakan S Pen di ponsel lipat andalannya mungkin harus bersabar lebih lama. Samsung memang mengakui secara terbuka bahwa mereka masih mempertimbangkan untuk mengembalikan fitur tersebut, tetapi belum ada kepastian kapan—atau apakah—hal itu akan benar-benar terjadi.
Mengapa S Pen Dihilangkan dari Galaxy Z Fold Terbaru?
Keputusan Samsung untuk tidak menyertakan dukungan S Pen di Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Fold 8 bukan tanpa alasan. Sumber internal menyebutkan bahwa penghilangan digitizer—komponen khusus yang menerjemahkan sinyal dari stylus menjadi input di layar—adalah langkah strategis untuk mereduksi ketebalan perangkat.
Digitizer memakan ruang yang cukup signifikan di dalam bodi ponsel. Dengan menghilangkannya, Samsung berhasil merampingkan desain Galaxy Z Fold 8 Ultra hingga hanya setebal 4,1 mm saat terbuka. Angka ini menjadi salah satu yang tertipis di kategori ponsel lipat.
Apa Kata Eksekutif Samsung Soal Masa Depan S Pen?
Dalam wawancara dengan media, HS Moon, eksekutif senior yang membidangi urusan perangkat keras Samsung, memberikan pernyataan yang menggantung. Saat ditanya apakah S Pen bisa kembali jika teknologi digitizer berhasil diciutkan, Moon memberikan jawaban yang diterjemahkan secara longgar dari bahasa Korea:
"Kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman pengguna yang maksimal, dan kami terus memantau reaksi pengguna. Tentu saja, kami akan terus melakukannya setelah perilisan generasi baru ini. Yang bisa kami katakan adalah, kami terus mengeksplorasi dan mempertimbangkan berbagai teknologi inovatif yang dapat mengintegrasikan digitizer dan S Pen dalam faktor bentuk yang lebih tipis."
Versi terjemahan mesin dari pernyataan asli Moon dalam bahasa Korea terdengar lebih definitif. Bunyinya, "Seperti yang Anda sebutkan, kami akan berinovasi dengan teknologi dan menambahkan fitur S Pen serta digitizer. Namun, kami akan tetap mempertahankan keunggulan kompetitif dalam bentuk yang ramping saat melakukannya."
Meski terdengar menjanjikan, pernyataan ini tidak menyebutkan secara spesifik seri Galaxy Z Fold mana yang akan menjadi kandidat. Frasa "terus mengeksplorasi" menjadi kata kunci bahwa fitur ini masih dalam tahap pertimbangan, bukan pengembangan yang sudah pasti.
Tantangan Teknis: Antara Ketipisan dan Fungsionalitas
Masalah utama kembalinya S Pen bukan hanya soal kemauan, melainkan juga soal ruang. Samsung terus berlomba mereduksi ketebalan ponsel lipatnya. Galaxy Z Fold 8 Ultra yang hanya 4,1 mm saat terbuka menunjukkan tren desain yang mengutamakan kepraktisan dan portabilitas.
Jika digitizer harus dimasukkan kembali, besar kemungkinan ketebalan perangkat akan bertambah. Samsung pun harus memutuskan trade-off mana yang lebih penting bagi pengguna: bodi yang sangat tipis atau dukungan stylus yang presisi. Sampai saat ini, pilihan Samsung masih jatuh pada desain yang lebih ramping.
Kesimpulan Sementara: Jangan Berharap Terlalu Tinggi
Meskipun Samsung menyadari adanya basis pengguna yang menginginkan S Pen kembali ke jajaran Galaxy Z Fold, pernyataan resmi yang masih bersifat eksploratif menandakan bahwa fitur tersebut belum menjadi prioritas utama. Kemajuan teknik perangkat keras yang terus membuat ponsel lipat semakin tipis justru menjadi hambatan terbesar bagi kembalinya digitizer.
Bagi pengguna yang sangat membutuhkan stylus untuk produktivitas di ponsel lipat, opsi paling realistis saat ini mungkin tetap beralih ke lini Galaxy S Ultra atau menunggu hingga Samsung benar-benar menemukan terobosan teknologi yang bisa menyatukan keduanya tanpa mengorbankan desain.