BENGKULU — Lahan kosong di sekitar perkantoran tak lagi sekadar menjadi ruang terbuka hijau. Di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu, area tersebut kini disulap menjadi kebun sayur produktif yang hasilnya bisa dipanen langsung oleh para aparatur sipil negara (ASN).
Inovasi ini mendapat sorotan langsung dari Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni. Ia menilai langkah tersebut merupakan contoh nyata optimalisasi aset daerah yang memberikan manfaat ganda, baik dari sisi estetika lingkungan maupun dukungan terhadap program ketahanan pangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program apel pagi keliling yang digagas Pemerintah Provinsi Bengkulu. Setiap pekan, pimpinan daerah mengunjungi satu OPD secara bergiliran untuk memperkuat koordinasi sekaligus melakukan pembinaan dan evaluasi kinerja secara langsung di lapangan.
Herwan menegaskan, agenda ini bukan sekadar seremoni rutin. Lebih dari itu, apel keliling menjadi media untuk memastikan arahan Gubernur Bengkulu benar-benar diterapkan di setiap perangkat daerah.
Salah satu arahan yang terus ditekankan adalah menciptakan lingkungan perkantoran yang bersih, tertata, hijau, dan memiliki nilai produktif.
Dalam kunjungannya, Herwan bersama jajaran pegawai melakukan panen berbagai jenis sayuran yang ditanam di lingkungan kantor. Momen ini menjadi bukti konkret bahwa lahan perkantoran bisa dioptimalkan untuk mendukung ketersediaan pangan.
"Pemanfaatan lahan kantor seperti yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan patut diapresiasi. Tadi kita bersama-sama melakukan panen berbagai jenis sayuran yang ditanam di lingkungan kantor. Ini menjadi contoh bahwa setiap OPD dapat mengoptimalkan aset yang dimiliki agar memberikan manfaat lebih," ujar Herwan.
Ia berharap langkah ini menginspirasi OPD lain untuk mengembangkan konsep kantor produktif sesuai dengan potensi masing-masing.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah, Herwan mengingatkan seluruh ASN untuk tetap menjaga disiplin dan semangat kerja. Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan publik.
"Efisiensi anggaran bukan alasan untuk menurunkan semangat kerja. Justru di tengah kondisi seperti ini, kita harus lebih kreatif, lebih inovatif, dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal," tegasnya.
Menurutnya, ASN dituntut tetap profesional dan mampu menghadirkan inovasi dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu, Arif Gunadi, menyambut baik kehadiran Sekda beserta jajaran dalam apel pagi di instansinya. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kinerja dan mendukung program strategis pemerintah daerah.
Arif menjelaskan, pemanfaatan lahan perkantoran telah menjadi program berkelanjutan di instansinya. Berbagai komoditas hortikultura seperti sayuran ditanam dan dirawat langsung oleh pegawai sebagai bagian dari edukasi sekaligus implementasi nyata program ketahanan pangan.
"Kami berkomitmen memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki, termasuk lahan di lingkungan kantor. Harapannya, langkah ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi contoh dalam mendukung ketahanan pangan di Provinsi Bengkulu," kata Arif.
Ke depan, lahan tersebut akan terus dikembangkan agar semakin produktif dan dapat menjadi laboratorium sederhana bagi masyarakat maupun OPD lain yang ingin menerapkan konsep serupa.
Program apel pagi keliling diharapkan mampu memperkuat sinergi antarperangkat daerah sekaligus mendorong terciptanya budaya kerja yang disiplin, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Dengan turun langsung ke setiap OPD, pemerintah dapat melihat kondisi lapangan, memberikan pembinaan, serta memastikan seluruh program prioritas daerah berjalan sesuai target. Melalui pendekatan ini, Pemprov Bengkulu optimistis seluruh OPD dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.