Polda Bengkulu Siagakan Personel dan Alat Pemadam Antisipasi Karhutla serta Dampak El Nino 2026

Penulis: Saiful  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:50:31 WIB
Ratusan personel gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah mengikuti apel gelar pasukan di Mapolda Bengkulu untuk antisipasi karhutla dan dampak El Nino 2026.

BENGKULU — Ratusan personel gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah mengikuti apel gelar pasukan di Mapolda Bengkulu, Jumat sore. Mereka diperiksa kesiapan perlengkapan pemadam kebakaran hingga kendaraan operasional untuk menghadapi potensi bencana kekeringan dan kebakaran hutan yang dipicu fenomena El Nino.

Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid menegaskan apel ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengecekan akhir sebelum seluruh peralatan diterjunkan jika terjadi kondisi darurat. "Kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini agar setiap potensi bencana dapat diantisipasi secara cepat, tepat, dan terkoordinasi," ujarnya di hadapan peserta apel.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Penanganan Karhutla

Dalam amanatnya, Kapolda menyoroti bahwa penanganan Karhutla dan kekeringan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi erat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, hingga masyarakat agar upaya pencegahan berjalan efektif.

Apel yang digelar di Lapangan Anton Soedjarwo itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu yang mewakili Gubernur, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Danrem 041/Garuda Emas, serta Danlanal Bengkulu. Kehadiran para pejabat ini menandakan komitmen bersama dalam menghadapi musim kemarau tahun ini.

Peralatan Dipastikan Layak Sebelum Diterjunkan ke Lapangan

Usai memimpin apel, Kapolda secara langsung memeriksa kesiapan kendaraan operasional, alat pemadam kebakaran, serta perlengkapan personel yang akan diterjunkan. Pemeriksaan ini memastikan seluruh sarana dalam kondisi layak pakai kapan saja.

Pihaknya juga menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui patroli rutin di kawasan rawan Karhutla. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat dampaknya bisa meluas dan mencemari udara.

Deteksi Dini dan Edukasi Masyarakat Jadi Prioritas

Selain menyiagakan peralatan, Polda Bengkulu memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memetakan titik-titik rawan kebakaran. Edukasi kepada warga menjadi prioritas agar praktik pembakaran lahan yang merugikan dapat dicegah sejak awal.

Melalui apel ini, seluruh instansi terkait diharapkan semakin memperkuat komitmen dalam mengoptimalkan langkah mitigasi. Tujuannya jelas: meminimalkan dampak El Nino, kekeringan ekstrem, dan kebakaran hutan di wilayah Provinsi Bengkulu sepanjang musim kemarau 2026.

Reporter: Saiful
Sumber: bengkuluekspress.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top