BENGKULU — Setiap kehamilan adalah perjalanan yang menegangkan sekaligus membahagiakan. Namun, di balik kebahagiaan itu, ada kekhawatiran nyata tentang keselamatan ibu dan bayi, terutama di daerah dengan akses kesehatan yang belum merata.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menegaskan komitmennya untuk menekan angka kematian ibu, bayi, dan kasus stunting. Fokus ini bukan sekadar wacana, melainkan diwujudkan melalui penguatan layanan kesehatan keluarga secara menyeluruh.
Dinkes Kalsel tidak bekerja sendiri. Mereka berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor kelautan dan perikanan. Mengapa? Karena kesejahteraan keluarga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan gizi masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan bahwa intervensi dilakukan secara terpadu. "Kami fokus pada pencegahan sejak dini, memastikan ibu hamil mendapat asupan gizi baik dan pemeriksaan rutin," ujarnya dalam keterangan resmi. Langkah ini diharapkan mampu menurunkan risiko komplikasi kehamilan dan melahirkan.
Stunting tidak hanya soal tinggi badan anak. Ini tentang kualitas sumber daya manusia masa depan. Dinkes Kalsel menyadari bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari remaja putri dan calon pengantin, bukan hanya saat anak sudah lahir.
Oleh karena itu, program edukasi gizi dan pendampingan bagi ibu hamil terus digencarkan. Posyandu dan puskesmas menjadi garda terdepan dalam memantau tumbuh kembang balita. Setiap bulan, berat dan tinggi badan anak diukur untuk mendeteksi dini potensi gangguan pertumbuhan.
Bagi ibu muda di Kalimantan Selatan, kabar ini membawa angin segar. Artinya, akses ke layanan kesehatan yang berkualitas semakin dekat dan terstruktur. Ibu tidak perlu ragu untuk memeriksakan kehamilan secara rutin di fasilitas kesehatan terdekat.
Penting juga untuk aktif mencari informasi dan mengikuti kelas ibu hamil yang biasanya diadakan di puskesmas. Di sana, ibu bisa belajar tentang tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, hingga cara memberikan ASI eksklusif dan MPASI yang tepat.
Meski layanan diperkuat, kewaspadaan ibu tetap kunci. Segera hubungi dokter atau bidan jika mengalami tanda-tanda bahaya kehamilan seperti perdarahan, bengkak di wajah dan tangan, atau gerakan janin berkurang. Untuk bayi, jangan tunda pemeriksaan jika anak demam tinggi, kejang, atau sulit makan.
Dengan sinergi antara pemerintah dan partisipasi aktif keluarga, harapan untuk generasi Kalimantan Selatan yang lebih sehat dan bebas stunting bukanlah hal yang mustahil. Kesehatan ibu dan anak adalah investasi terbaik untuk masa depan.