Rupiah Menguat 46 Poin ke Rp 17.794 Usai BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75%

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:39:01 WIB
Rupiah menguat 46 poin ke level Rp 17.794 per dolar AS setelah Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 5,75%.

BENGKULU — Berdasarkan data Bloomberg, penguatan pagi ini memutus tren pelemahan rupiah yang terjadi sepanjang awal pekan. Mata uang Garuda sempat tertekan hingga mendekati level Rp 17.800 sebelum akhirnya menemukan momentum rebound.

Keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% menjadi katalis utama pergerakan kurs hari ini. Suku bunga deposit facility juga ditahan di 4,75% dan lending facility di 6,50%.

Alasan BI Kembali Menahan Suku Bunga

Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti menegaskan bahwa keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari gejolak global. Eskalasi konflik di Timur Tengah disebut sebagai faktor eksternal utama yang masih membayangi pergerakan mata uang negara berkembang.

"Keputusan ini tetap konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah," kata Destry dalam konferensi pers, Rabu (19/8) kemarin.

Ini merupakan bulan kedua berturut-turut BI mempertahankan suku bunga setelah sebelumnya sempat menaikkan secara agresif untuk meredam inflasi dan tekanan kurs.

Tekanan Global Masih Menghantui Rupiah

Meski hari ini berhasil menguat, posisi rupiah masih jauh dari level psikologis Rp 17.000 yang sempat tertahan beberapa pekan lalu. Konflik geopolitik yang belum mereda membuat investor global cenderung memilih aset aman seperti dolar AS dan emas.

Data Bloomberg menunjukkan penguatan rupiah pagi ini masih bersifat terbatas. Volume perdagangan di pasar spot tercatat tipis, menandakan pelaku pasar masih wait and see terhadap perkembangan situasi global.

Sejumlah analis menilai keputusan BI untuk tidak menaikkan suku bunga menunjukkan prioritas bank sentral pada stabilitas kurs, meskipun konsekuensinya adalah selisih imbal hasil dengan obligasi AS yang tetap lebar.

Apa Dampaknya bagi Pasar dan Investor

Bagi investor pasar keuangan, penahanan suku bunga ini memberikan kepastian bahwa BI tidak akan mengejutkan pasar dalam waktu dekat. Hal ini biasanya menjadi sentimen positif untuk pasar obligasi domestik karena mengurangi ketidakpastian imbal hasil.

Untuk sektor riil, suku bunga yang stabil berarti biaya pinjaman perbankan tidak akan berubah signifikan dalam waktu dekat. Dunia usaha dapat menghitung arus kas dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran kenaikan cicilan mendadak.

Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati pergerakan dolar AS dan perkembangan konflik Timur Tengah. Selama ketegangan geopolitik belum mereda, volatilitas rupiah berpotensi berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.

Investasi mengandung risiko. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor masing-masing.

Reporter: Sutomo
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top