BENGKULU — Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan target ambisius perlindungan pekerja di Provinsi Bengkulu: tidak ada lagi pekerja yang beroperasi tanpa jaminan sosial ketenagakerjaan. Target ini disampaikan di tengah ajang Jamsostek Award 2026, sebuah momentum evaluasi dan apresiasi bagi perusahaan serta instansi yang patuh mendaftarkan pekerjanya.
Menurut Helmi, perluasan cakupan ini tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, pelaku usaha, hingga desa dan kelurahan.
Helmi menyebut penguatan program jaminan sosial adalah komitmen bersama, bukan sekadar tugas pemerintah. Ia mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi memperkuat implementasi program BPJS Ketenagakerjaan di lapangan.
"Jadi kita perlu berkolaborasi bersama semua stakeholder yang ada di Provinsi Bengkulu, untuk memperkuat pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan ini," ungkap Helmi dalam sambutannya.
Dalam kesempatan itu, Helmi memberikan apresiasi kepada perusahaan, pemerintah kabupaten/kota, instansi, serta desa dan kelurahan yang dinilai konsisten melindungi pekerjanya. Ia berharap konsistensi ini terus meningkat, seiring dengan target perlindungan menyeluruh.
"Tentu saya berharap konsistensi dalam mendaftarkan pekerjanya ke jaminan sosial ketenagakerjaan, dapat terus ditingkatkan. Jangan sampai ada lagi pekerja di daerah kita ini yang tidak terlindungi," tambah Helmi.
Kepala Kantor Wilayah Sumbagsel BPJS Ketenagakerjaan, Kuncoro Budi Winarno, menyatakan kesiapan penuh pihaknya untuk bersinergi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Bengkulu. Kolaborasi menjadi kunci utama untuk memperluas kepesertaan secara masif.
"Kolaborasi menjadi penting untuk memperluas cakupan kepesertaan, sekaligus memastikan semakin banyak pekerja di Bengkulu mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," sampai Kuncoro.
Jamsostek Award 2026 sendiri merupakan wadah apresiasi tahunan bagi berbagai pihak yang dinilai peduli terhadap kesejahteraan pekerja melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Ajang ini diharapkan memicu efek domino kepatuhan di sektor usaha lainnya.