BENGKULU — Bukan pemandangan alamnya saja yang menarik, tetapi cara warga setempat mengelola potensi desa yang membuat Slukatan layak masuk jajaran desa wisata terbaik se-Jawa Tengah. Penghargaan ini menjadi semacam jaminan kualitas bagi traveler yang mencari pengalaman wisata autentik, jauh dari sekadar spot foto.
Konsep yang diusung bukan wisata biasa, melainkan pemberdayaan masyarakat terpadu. Gagasan ini berangkat dari keprihatinan pada 2022 ketika banyak anak lulusan SD dan SMP di desa memilih merantau menjadi buruh karena minimnya peluang.
"Kami memulai pergerakan dari legalitas UMKM, motivasi pendidikan, hingga akhirnya bertransformasi menjadi desa wisata berbasis pemberdayaan," ujar Ahmad Hafid, inisiator Desa Wisata Slukatan.
Inovasi budaya yang menjadi jujugan utama adalah revitalisasi Golek Tholo, boneka kain jarik tradisional yang sempat hampir punah. Kini, kerajinan tersebut dikemas dalam Paket Berdaya, sebuah lokakarya pembuatan boneka yang dipandu langsung oleh kelompok remaja putri dan perempuan desa.
Traveler bisa belajar proses pembuatan boneka dari nol, mendengar kisah di balik warisan budaya, dan membawa pulang hasil karya tangan sendiri sebagai oleh-oleh unik.
Setiap dusun di Slukatan punya paket wisata tematik dengan karakternya masing-masing. Pilihannya beragam, tergantung minat:
Di sela menikmati paket wisata, sempatkan berbelanja di 45 UMKM desa yang seluruhnya telah mengantongi sertifikat halal. Ada produk inovasi yang menarik dicoba, seperti kue kering dari tepung mocaf dengan aroma kopi arabika.
Seluruh potensi desa dan paket wisata ini terintegrasi dalam platform Jejaring Desa Wisata (Jadesta) Kemenpar, memudahkan traveler mencari informasi akurat sebelum datang.
Desa Wisata Slukatan berada di Kecamatan Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah. Dari pusat Kota Wonosobo, perjalanan menuju desa ini dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau sewa transportasi lokal. Karena berada di lereng Gunung Bismo, sebagian jalur menanjak dan berkelok, jadi pastikan kondisi kendaraan prima.
Tidak ada tiket masuk utama yang disebutkan, namun biaya mengikuti paket wisata seperti Paket Berdaya atau Live In bervariasi tergantung durasi dan fasilitas. Untuk info paket terkini, traveler disarankan menghubungi pengelola desa wisata atau cek akun resmi Jadesta.
Iklim Wonosobo yang sejuk membuat desa ini nyaman dikunjungi hampir sepanjang tahun. Namun, hindari musim hujan puncak antara Desember dan Februari jika ingin melakukan trekking atau trail run agar medan tidak licin. Akhir pekan cenderung lebih ramai, jadi datanglah di hari kerja untuk pengalaman yang lebih tenang.
Idealnya, luangkan minimal satu hari penuh untuk mengikuti dua hingga tiga paket wisata sekaligus. Jika ingin mendalami kegiatan Live In atau meditasi, siapkan waktu dua hari satu malam.