KEPAHIANG — Organisasi Kemasyarakatan Maju Bersama Bengkulu (OMBB) memilih institusi pendidikan sebagai sasaran kontrol sosial terbarunya. Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional OMBB, M. Diamin, melaksanakan kunjungan kerja ke SMKN 5 Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, baru-baru ini.
Kegiatan ini disambut hangat oleh Kepala SMKN 5 Kepahiang, Sangkut Susanti, S.Pd., M.Pd., beserta jajaran staf dewan guru. Kehadiran ormas tersebut dinilai sebagai langkah positif untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan yang transparan dan akuntabel.
Sangkut Susanti menyampaikan apresiasi atas kepedulian elemen masyarakat terhadap kemajuan dunia pendidikan di daerahnya. Pihak sekolah memandang kehadiran OMBB sebagai mitra strategis eksternal dalam melakukan monitoring dan evaluasi sosial.
“Pihak sekolah menyambut positif kehadiran Ormas OMBB sebagai mitra strategis eksternal dalam melakukan monitoring dan evaluasi sosial demi peningkatan mutu pendidikan yang transparan dan akuntabel,” ujar Sangkut Susanti.
Dalam kunjungan tersebut, M. Diamin tidak hadir sendirian. Ia didampingi oleh tim jurnalis dari media nasional infosiberindonesia.com, Ibuk Endang Susianti.
Keterlibatan awak media ini bertujuan memastikan transparansi serta keterbukaan informasi publik selama kegiatan berlangsung. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen OMBB terhadap prinsip keterbukaan di setiap kegiatannya.
Pelaksanaan kunjungan kerja dan kontrol sosial ini mengacu pada dua regulasi utama yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Regulasi tersebut menjadi dasar hukum bagi peran ormas dan pers dalam pembangunan.
M. Diamin berharap hubungan komunikasi yang baik antara institusi pendidikan, lembaga swadaya masyarakat, dan pers dapat terus berjalan beriringan. Komitmen bersama dinilai penting untuk memajukan wilayah Kabupaten Kepahiang dan Provinsi Bengkulu secara luas.
Kunjungan ini menjadi penanda bahwa pengawasan sosial tidak hanya menyasar sektor pemerintahan, tetapi juga institusi pelayanan publik seperti sekolah. Kolaborasi semacam ini diharapkan mampu mendorong tata kelola pendidikan yang lebih baik di daerah.