Warga Bengkulu kembali mengeluhkan antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar minyak (BBM) pada malam hari. Video dan foto yang diunggah akun Threads @_ulekkk memperlihatkan puluhan sepeda motor berbaris, memicu kekhawatiran kelangkaan Pertalite yang berulang.
BENGKULU — Keresahan warga Bengkulu terhadap ketersediaan BBM jenis Pertalite kembali mencuat setelah video antrean panjang kendaraan beredar luas di media sosial. Dalam unggahan akun Threads @_ulekkk, terlihat puluhan pengendara motor berbaris rapi menunggu giliran mengisi bahan bakar pada Senin (7/9) malam.
"Bengkulu mulai krisis pertalite seluruh kios penuh," tulis pemilik akun tersebut dalam unggahannya yang kini ramai dikomentari warganet.
Pemilik unggahan menegaskan situasi antrean ini bukanlah pengalaman pertama. Pernyataan itu menggambarkan keresahan yang dirasakan masyarakat yang menggantungkan kendaraannya untuk bekerja dan aktivitas harian.
Mobilitas warga dinilai terganggu ketika waktu dan tenaga harus terkuras hanya untuk mendapatkan bahan bakar. Padahal, kebutuhan BBM menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat, terutama bagi mereka yang mengandalkan sepeda motor sebagai alat transportasi utama.
Kolom komentar unggahan tersebut langsung dipenuhi beragam tanggapan. Sebagian warganet menyuarakan kekecewaan terhadap penanganan distribusi BBM yang dinilai tidak kunjung membaik, bahkan setelah terjadi pergantian kepemimpinan di tingkat provinsi.
"Mau berapa kali ganti gubenur juga ga ada solusinya perkara minyak antri ini provinsi," balas akun @elgo_go, menyindir persoalan yang dianggapnya tak berkesudahan.
Komentar lain turut membanjiri kolom diskusi, mempertanyakan penyebab kelangkaan yang kerap muncul di momen-momen tertentu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel maupun pemerintah daerah terkait lonjakan antrean tersebut.