BENGKULU — Bing Wallpaper selama ini dikenal sebagai salah satu produk andalan Microsoft yang jarang menuai kritik. Aplikasi gratis ini menyajikan foto berkualitas tinggi yang bisa dirotasi otomatis sebagai latar belakang desktop. Namun pekan ini, reputasi tersebut diuji setelah sebagian pengguna mendapati wallpaper mereka berubah menjadi materi promosi film.
Keluhan pertama muncul di Reddit, tepatnya di subreddit r/EnoughJKRowling. Seorang pengguna membagikan tangkapan layar yang memperlihatkan wallpaper bertema Hogwarts dengan teks promosi koleksi 11 film Harry Potter dan Fantastic Beasts di pojok kanan bawah. Postingan serupa juga ditemukan di forum Microsoft Learn.
Yang menjadi masalah bukan sekadar gambar bertema film, melainkan elemen promosi yang tertanam langsung di dalam wallpaper. Teks "AVAILABLE NOW" dengan huruf kapital jelas terlihat, mengubah fungsi wallpaper dari elemen personalisasi menjadi media iklan.
Sebenarnya, Bing Wallpaper memang kerap menampilkan gambar yang terkait film atau game Xbox populer. Sebelumnya, aplikasi ini sempat menampilkan foto Superman versi David Corenswet dari film Superman (2025). Bedanya, gambar tersebut adalah foto sinematik tanpa teks promosi apa pun—bukan poster yang mendorong pengguna untuk membeli atau menonton film.
Jika wallpaper hanya menampilkan pemandangan Hogwarts atau karakter favorit, besar kemungkinan tidak akan muncul protes. Penggemar waralaba biasanya justru senang melihat latar belakang bertema film kesukaan mereka. Masalah muncul ketika Microsoft menyisipkan ajakan bertindak yang mengganggu estetika desktop.
Bing Wallpaper adalah aplikasi opsional—pengguna harus mengunduh dan memasangnya secara manual. Artinya, Microsoft tidak menyusupkan iklan melalui pembaruan sistem Windows 11. Namun langkah ini tetap dianggap kontraproduktif karena Bing Wallpaper merupakan salah satu dari sedikit produk bermerek Bing yang mendapat sambutan positif.
Jika Microsoft ingin memonetisasi aplikasi ini, seharusnya dilakukan tanpa mengorbankan pengalaman visual. Memberi tahu pengguna bahwa sebuah gambar berasal dari film tertentu saat mereka mengkliknya adalah pendekatan yang lebih elegan. Memasang teks promosi besar di tengah desktop justru berpotensi mengusir pengguna setia.
Bagi pengguna yang terganggu dengan wallpaper promosi, opsi paling sederhana adalah mematikan fitur rotasi wallpaper atau mengganti aplikasi Bing Wallpaper dengan alternatif lain. Windows 11 sendiri menyediakan fitur pengaturan latar belakang bawaan yang memungkinkan pengguna memilih gambar sendiri tanpa campur tangan pihak ketiga.
Belum ada pernyataan resmi dari Microsoft mengenai insiden ini. Namun melihat pola keluhan yang terus bertambah, bukan tidak mungkin perusahaan akan menyesuaikan kebijakan konten Bing Wallpaper dalam waktu dekat.
Bagi pengguna yang menginginkan wallpaper berkualitas tanpa risiko iklan, aplikasi seperti Wallpaper Engine atau koleksi foto gratis dari Unsplash bisa menjadi pengganti yang lebih aman. Desktop adalah ruang pribadi pengguna—menjadikannya papan iklan tanpa persetujuan adalah langkah yang sulit dibenarkan.