BENGKULU — Apple Watch Ultra 4 baru saja diperkenalkan, dan saya sudah sempat mencobanya langsung. Ini bukan review penuh — saya baru memakai beberapa jam — jadi kesan di bawah ini masih awal dan perlu pengujian lebih lama, terutama untuk akurasi sensor dan daya tahan baterai di pemakaian nyata.
Sebagai catatan, saya sudah mengikuti lini Apple Watch Ultra sejak generasi pertama. Ekspektasi saya untuk Ultra 4 memang tinggi, dan sebagian besar keinginan itu akhirnya terwujud. Tapi tidak semua.
Apple mengubah hampir seluruh aspek sensor di pergelangan. LED pelacak detak jantung dibuat lebih kuat, dan permukaan elektroda untuk pembacaan ECG diperbesar.
Setelah pengujian internal melawan kompetitor dan chest strap, Apple mengklaim Ultra 4 dan Series 12 adalah pelacak detak jantung paling akurat di antara semua wearable yang ada di pasaran. Klaim ini perlu dibuktikan lewat tes independen, tapi arah perbaikannya jelas.
Frekuensi pembacaan juga naik drastis. Detak jantung kini diukur tiap lima menit — 60 kali lebih sering dari Ultra 3. Sementara HRV dibaca tiap 15 menit, atau 24 kali lebih sering dari pendahulunya. Artinya, tren kesehatan jangka panjang bakal lebih rapi datanya.
Ultra 4 dan Series 12 jadi dua Apple Watch pertama yang menjalankan fitur Siri AI secara penuh. Salah satu yang paling menonjol adalah Live Rewind.
Fitur ini menyimpan buffer audio 15 detik terakhir dari sekitar pergelangan. Kalau Anda lupa nama orang yang baru disebut, atau tidak mendengar menu spesial yang dibacakan pelayan, cukup ketuk dua kali digital crown untuk memutar ulang.
Soal privasi, Apple menegaskan rekaman tidak pernah disimpan permanen, suara individu tidak diidentifikasi, dan semua data dienkripsi end-to-end. Tetap saja, fitur ini butuh pemahaman jelas sebelum dipakai di ruang publik.
Ini peningkatan yang paling saya tunggu. Ultra 4 kini diklaim tahan hingga 50 jam per pengisian, naik dari 42 jam di Ultra 3.
Untuk atlet ekstrem, ada mode Max Extended Workout yang memperpanjang durasi dari sekitar 18 jam (GPS penuh dan detak jantung kontinu) menjadi 45 jam. Menariknya, Apple bilang tidak ada pengorbanan pada data kardiovaskular maupun lokasi.
Software pedometer di Ultra 4 dirombak total, dibantu machine learning, untuk akurasi hitungan langkah dan jarak yang lebih baik. Sebagai orang yang rutin melakukan walk test, ini kabar bagus — dan saya akan membandingkannya langsung dengan kompetitor dalam waktu dekat.
Berbeda dari Google dan Samsung yang menaikkan harga lini terbarunya, Apple mempertahankan harga Apple Watch 2026 persis seperti sebelumnya. Ini langkah yang jarang dan cukup masuk akal di tengah tekanan inflasi serta krisis RAM.
Panel layar Ultra 4 identik dengan Ultra 3. Bukan masalah besar — layarnya tetap enak dibaca dari berbagai sudut, dengan kecerahan puncak 3.000 nits.
Masalahnya, Samsung Galaxy Watch Ultra 2 yang jadi kompetitor terdekat sudah menyentuh 5.000 nits. Untuk wearable outdoor, selisih ini bisa terasa di bawah sinar matahari langsung.
Setiap tahun saya berharap Apple menghadirkan opsi ukuran lebih kecil untuk Ultra. Setiap tahun pula harapan itu kandas.
Dimensi Ultra 4 sama persis dengan pendahulunya. Meski tidak sebesar Galaxy Watch Ultra 2, bodi 49 x 44 mm tetap terasa bongsor di pergelangan tangan ukuran rata-rata. Opsi 45 x 40 mm akan sangat disambut mereka yang bertangan lebih kecil.
Untuk sekarang, Ultra 4 tampak seperti pembaruan yang solid di sisi sensor dan baterai — bukan di sisi desain. Verdict final menunggu pengujian penuh, terutama untuk membuktikan klaim akurasi detak jantung dan daya tahan baterai di pemakaian harian.