BENGKULU — Laga Persija versus Persib dijadwalkan kick-off pukul 15.30 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Yunus Nusi menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, sehari sebelum pertandingan digelar.
Yang membuat laga ini berbeda dari edisi-edisi sebelumnya, Persija akhirnya menjamu Persib di kandang sendiri. Klub yang berdiri pada 1928 itu terakhir kali menjamu Maung Bandung di Jakarta pada 2019, sebelum akhirnya memilih venue netral di luar Jakarta demi alasan keamanan.
Yunus mengaku sudah berkomunikasi dengan tokoh Persib, Umuh Muchtar, sebelum mengambil keputusan. Keduanya sepakat melarang suporter Persib hadir langsung ke Stadion GBK.
"Tadi pagi saya komunikasi dengan Kang Haji Umuh (Muchtar) dari Persib. Kami juga bersepakat karena suatu hal dan kekhawatiran akan ditunggangi, akhirnya juga bersepakat bahwa kami tetap melarang kawan-kawan suporter Persib Bandung untuk datang ke Persija Jakarta atau ke GBK," kata Yunus Nusi.
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Menurut Yunus, ada kekhawatiran pihak lain menunggangi rivalitas kedua suporter jika pertemuan berlangsung terbuka di Jakarta.
Yunus menyebut pertandingan ini bakal mendapat pengawasan FIFA maupun dunia internasional. Karena itu, ia meminta suporter tidak berbuat anarkis mengingat ada efek jera yang bisa menimpa sepak bola Indonesia jika terjadi pelanggaran.
"Kekhawatiran ini bagi PSSI dan keinginan untuk tidak datang ke Stadion GBK sangat penting karena kami baru masuk ke pertandingan kedua atau minggu kedua untuk penyelenggaraan kompetisi I-League 2026/2027," ungkap Yunus Nusi.
"Kita tidak mau di liga kedua ini tercederai kemudian yang akan mengakibatkan pertandingan-pertandingan di waktu-waktu yang akan datang juga akhirnya menjadi halangan dan rintangan untuk selanjutnya," imbuhnya.
Secara statistik, Persib punya catatan lebih baik dalam lima pertemuan terakhir kedua tim di semua kompetisi. Maung Bandung mengamankan empat kemenangan, sementara satu laga berakhir seri.
Rekor itu jadi modal berharga Persib menghadapi tekanan suporter tuan rumah di GBK. Namun Persija punya motivasi tersendiri: bermain di hadapan pendukung sendiri di Jakarta untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir melawan rival abadi mereka.
Pertandingan pekan kedua Super League 2026/2027 ini menjadi ujian awal bagi PSSI dalam mengelola laga berisiko tinggi di awal musim. Hasilnya akan menentukan bagaimana federasi menangani pertemuan-pertemuan besar berikutnya, terutama yang melibatkan dua klub dengan basis suporter terbesar di Indonesia.