Lumiere Summit 2025: Prancis dan Korsel Pimpin Investasi Rp17 Triliun

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 11 September 2026 | 16:32:31 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menghadiri Lumiere Summit 2025 di Fondation Maeght, Saint-Paul-de-Vence.

BENGKULU — Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menjadi tuan rumah Lumiere Summit, forum industri hiburan pertama yang mempertemukan kepala negara, festival, exhibitor, broadcaster, hingga streamer dari lebih dari 60 negara. Acara berlangsung di Fondation Maeght, kompleks museum dan taman patung di Saint-Paul-de-Vence yang menyimpan karya Braque, Chagall, hingga Miró.

Nama Lumiere diambil dari kakak-beradik Auguste dan Louis Lumière, penemu asal Prancis yang memelopori sinema pada 1890-an. Penyelenggaraan tahun ini menandai 150 tahun hubungan diplomatik Prancis-Korea yang akan diperingati pada 2026.

Pakta Rp17 Triliun untuk Film, TV, Animasi, dan Gaming

Kesepakatan paling konkret dari pertemuan ini adalah pakta bilateral antara Prancis dan Korea Selatan untuk memperkuat sektor kreatif film, televisi, animasi, dan gaming. Nilai investasi yang disepakati mencapai US$1,1 miliar atau sekitar Rp17 triliun.

Langkah ini dinilai sebagai upaya kedua negara memperkuat posisi di industri yang selama ini didominasi Amerika Serikat. Baik Prancis maupun Korea Selatan tercatat sempat berselisih dengan Presiden AS Donald Trump soal tarif dan isu keamanan dalam beberapa bulan terakhir.

Lima Inisiatif yang Diumumkan

Selain pakta bilateral, forum ini menghasilkan sejumlah program lintas negara yang menyasar berbagai celah industri:

  • IRIS (International Resilience Initiative for Independent Screens) — koalisi puluhan sineas dan pemimpin industri untuk mendukung bioskop spesialis dan art house di seluruh dunia.
  • World Congress of State Film Commissions — forum komisi film negara yang akan bertemu dua kali setahun guna memperkuat pembiayaan film independen.
  • Program preservasi film klasik — upaya mempercepat penyelamatan film-lawas yang terancam rusak akibat degradasi materi.
  • Deklarasi AI — 120 dari 200 peserta Lumiere Summit menandatangani pernyataan yang memprioritaskan kreasi manusia, hak cipta, dan keberagaman budaya dalam proses artistik.

Kritik Macron soal Model Bisnis Media Sosial

Dalam wawancara dengan Variety di sela forum, Macron menyoroti model bagi hasil pendapatan yang diterapkan platform media sosial. Menurutnya, skema itu mengancam tradisi panjang industri kreatif yang dibiayai di muka oleh patron atau platform.

"We have to be ready to resist because this model is what has been created over decades by a lot of artists, by the states and the different governments. It's extremely important and I really believe it's part of our DNA," kata Macron.

Ia juga menyinggung tekanan politik yang meningkat terhadap institusi seni dan budaya di Eropa, AS, dan wilayah lain. Macron menyebut budaya dan seni sebagai bagian dari identitas Prancis sekaligus sumber soft power dan ekonomi yang signifikan.

"If there is a debate or if it is threatened by some populist parties or some extremes, we have to resist because I think it's part of what we are," ujarnya.

Kekhawatiran soal Kualitas Gambar dan Banjir Konten

Benang merah dari seluruh diskusi adalah lonjakan volume konten yang menerpa penonton setiap hari. Macron dan Lee Jae Myung menekankan pentingnya memperhatikan "kualitas gambar" yang dikonsumsi publik, terutama generasi muda yang tumbuh bersama media sosial.

Ketua Canal+ Group Maxime Saada menyebut pertanyaan itu makin mendesak di tengah ledakan AI dan kesuksesan besar TikTok. Ia menilai akses konten yang belum pernah terjadi sebelumnya turut mengubah cara penonton menilai dan memilih tayangan.

Pertemuan di Saint-Paul-de-Vence juga dikemas layaknya acara diplomatik, lengkap dengan barisan anggota Garde Républicaine berseragam dan pedang di sepanjang karpet merah saat Macron tiba bersama delegasi besar Korea Selatan.

Bagi industri film global, Lumiere Summit menandai upaya negara-negara di luar Hollywood membangun poros pembiayaan dan kebijakan bersama. Hasil pertemuan ini akan diuji pada 2026 ketika peringatan 150 tahun hubungan Prancis-Korea menjadi panggung pertama implementasi pakta US$1,1 miliar tersebut.

Reporter: Sutomo
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top