Hyundai Ioniq 6 Terbakar di Slipi Diduga Usai Tabrak Separator Busway

Penulis: Saiful  •  Sabtu, 12 September 2026 | 14:03:02 WIB
Petugas Damkar memadamkan mobil Hyundai Ioniq 6 yang terbakar di Jalan Letjen S Parman, Slipi, Jakarta Barat.

BENGKULU — Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Achmad Saiful Kahfi, membenarkan objek yang terbakar adalah Hyundai Ioniq 6. Menurutnya, mobil melaju di Jalan Letjen S Parman sebelum pengemudi kehilangan kendali dan menabrak separator busway.

"Dugaan penyebab diduga dari laka tunggal menabrak separator busway sehingga menimbulkan percikan api kemudian api membesar dan membakar mobil," ujar Achmad, dikutip dari detikNews, Sabtu (12/9).

Kronologi dan Proses Pemadaman

Insiden dilaporkan sekitar pukul 05.04 WIB. Petugas damkar tiba di lokasi 14 menit kemudian dan mulai memadamkan api pada pukul 05.18 WIB.

Sebanyak tiga unit mobil pompa dan 15 personel dikerahkan ke lokasi. Operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 06.18 WIB, sekitar satu jam setelah api pertama kali dilaporkan.

Pengemudi disebut langsung keluar dari mobil begitu muncul percikan api dan asap. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.

Dampak ke Lalu Lintas Simpang Tomang

Proses pemadaman dan evakuasi membuat arus kendaraan dari arah Slipi menuju Tomang tersendat. Petugas call center NTMC Polri, Friska, menyebut kepadatan masih terpantau hingga pukul 07.25 WIB.

"Untuk lalu lintas di simpang Tomang dari arah Slipi menuju Tomang terpantau tersendat imbas adanya pemadaman mobil terbakar," kata Friska.

Hyundai Masih Kumpulkan Informasi

Hyundai Motors Indonesia belum bisa memastikan penyebab kebakaran. General Manager Brand Interactive PT Hyundai Motors Indonesia, Rouli Sijabat, menyatakan pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak.

"Belum ada update (soal hasil investigasi). Pengumpulan informasi dari berbagai pihak masih berlangsung," kata Rouli kepada detikOto, Sabtu (12/9).

Kasus ini menyorot kembali isu keamanan kendaraan listrik di Indonesia. Sejumlah insiden serupa di berbagai negara umumnya berpusat pada paket baterai lithium-ion yang mengalami kerusakan struktur setelah benturan keras, bukan semata-mata kegagalan sistem kelistrikan.

Pemilik mobil listrik yang mengalami kecelakaan disarankan tidak menyalakan ulang kendaraan sebelum diperiksa bengkel resmi. Pemeriksaan mencakup integritas sel baterai, sistem manajemen baterai (BMS), dan jalur kabel tegangan tinggi.

Reporter: Saiful
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top