Cheng Lei di Jakarta Ungkap Akting sebagai Perjalanan Tanpa Batas

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 12 September 2026 | 21:36:31 WIB
Aktor Cheng Lei berbicara dalam acara pertemuan dengan media di Jakarta.

BENGKULU — Dalam perbincangan tersebut, pria bernama lahir Yang Huixiang itu membeberkan cara pandangnya soal profesi yang membesarkan namanya. Baginya, akting tidak punya garis akhir yang mutlak.

Akting Tak Punya Batas Akhir

"Perjalanan sebagai aktor itu tidak ada batasnya. Kita akan bertemu dengan banyak kisah, cerita, dan tantangan yang berbeda," kata Cheng Lei.

Setiap film yang dijalaninya, lanjut dia, turut membentuk pemahaman dirinya sendiri. "Dari setiap film yang saya jalani, saya juga semakin mengenal dan memahami diri saya sendiri," tambahnya.

Dia lantas menganalogikan perjalanan kariernya dengan pertemanan. Target dan bayangan awal soal orang yang akan ditemui jarang persis sama dengan kenyataan.

"Seperti ketika kita berteman, mungkin kita punya target ingin berteman dengan orang yang sifatnya seperti ini. Namun, dalam kehidupan nyata, banyak orang dengan sifat yang berbeda dari apa yang sudah kita bayangkan. Begitu juga dalam perjalanan kita, akan ada banyak teman yang datang dan menemani kita," tuturnya.

Latar Arsitektur dan Kaitan Akting dengan Seni Lukis

Cheng Lei menempuh pendidikan di bidang arsitektur sebelum menekuni dunia akting. Latar itu membuatnya melihat akting dan melukis sebagai dua hal yang berdekatan.

"Menurut saya, melukis dan akting sama-sama merupakan sebuah seni yang terwujud dari perasaan," ungkapnya.

Perasaan, kata dia, jadi bagian penting dalam mendalami setiap peran. "Selama menjalani perjalanan sebagai aktor, saya semakin memahami bahwa perasaan menjadi bagian penting dalam bagaimana saya menjalani dan mendalami setiap peran," tambah Cheng Lei.

Tantangan Berbeda di Setiap Karakter

Sepanjang kariernya, Cheng Lei membintangi sejumlah drama dengan karakter yang beragam. Tiap peran menuntut persiapan yang tidak sama.

"Setiap karakter yang saya mainkan memiliki tantangannya tersendiri. Kalau memerankan karakter yang bermain kungfu, saya harus berlatih kungfu agar bisa membawakannya dengan baik. Begitu juga ketika memerankan kisah romantis atau karakter yang sedang patah hati, saya membutuhkan pendalaman akting agar emosinya bisa tersampaikan," jelasnya.

Drama Rules of Zoovenia menjadi titik awal karier profesionalnya. Sejak itu, ia merasakan perubahan besar dalam cara ia bekerja di lokasi syuting.

Dari Canggung Jadi Profesional

Cheng Lei mengaku sempat merasa kikuk di awal karier. Ruang syuting dengan sutradara, rekan pemain, dan kamera dalam satu waktu terasa membebani.

"Kalau di awal, ketika menjalani tes dan proses syuting, saya masih sering merasa canggung karena ada sutradara, rekan-rekan, kamera, dan banyak hal lainnya dalam satu ruangan. Namun, semakin hari semuanya menjadi semakin profesional. Sekarang, hal-hal seperti itu sudah tidak terlalu terasa lagi," ujar bintang dracin Shadow Love tersebut.

Kunjungan Cheng Lei ke Jakarta menambah panjang daftar aktor Asia Timur yang aktif menyapa pasar Indonesia lewat platform streaming. iQIYI sendiri rutin menggelar acara serupa untuk mendekatkan bintang dracin dengan penonton lokal.

Reporter: Sutomo
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top