7 UMK Binaan Pertamina Tembus Pasar China-ASEAN Expo 2026

Penulis: Yasir  •  Selasa, 22 September 2026 | 14:06:01 WIB
Tujuh UMK binaan Pertamina mengikuti China-ASEAN Expo 2026 di Nanning, Guangxi, China.

BENGKULU — Tujuh Usaha Mikro dan Kecil binaan PT Pertamina (Persero) mengikuti The 23rd China-ASEAN Expo 2026 di Nanning, Guangxi, China, pada 17–21 September 2026. Keikutsertaan ini menjadi jalur Pertamina membuka akses pasar ekspor bagi produk lokal ke Tiongkok dan negara-negara ASEAN.

Nanning, Guangxi — Pertamina mendorong tujuh UMK mitra binaannya tampil di pameran dagang terbesar kawasan, China-ASEAN Expo (CAEXPO), yang digelar di Nanning International Convention and Exhibition Center. Ajang ini mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli dari Tiongkok dan ASEAN.

Langkah tersebut bukan sekadar partisipasi seremonial. Pertamina menargetkan UMK binaannya bisa menginisiasi kontrak dagang jangka panjang, bukan hanya transaksi sekali jalan.

Mengapa CAEXPO Jadi Pintu Masuk Strategis

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou, Arianto Surojo, menilai CAEXPO sebagai momentum memperkenalkan produk unggulan Indonesia ke pasar Tiongkok dan ASEAN. Menurutnya, ajang ini perlu dimanfaatkan untuk menjaring calon pembeli dan membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan.

"CAEXPO merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan produk unggulan Indonesia kepada pasar Tiongkok dan negara-negara ASEAN. Kesempatan ini perlu dimanfaatkan untuk menjaring calon pembeli, menginisiasi hubungan bisnis, serta membangun kontrak kerja sama jangka panjang sehingga hasilnya tidak berhenti pada transaksi satu kali," ujar Arianto.

Pernyataan itu menegaskan satu hal: masuk ke pameran bukan jaminan ekspor langsung terjadi. Yang menentukan adalah kesiapan UMK memenuhi standar pembeli internasional.

Produk UMK Dinilai Punya Nilai Tambah

Arianto menyebut produk UMK Indonesia memiliki keunikan, kreativitas, dan nilai tambah yang berpotensi bersaing di pasar global. Namun ia mengingatkan perlunya penguatan pada tiga aspek: konsistensi kualitas, kapasitas produksi, dan pemahaman terhadap kebutuhan pasar tujuan.

Tiga hal itu kerap menjadi penghambat utama UMK Indonesia menembus pasar ekspor. Pembeli besar biasanya meminta volume stabil, standar mutu seragam, dan pengiriman tepat waktu — hal yang belum selalu dimiliki usaha skala mikro dan kecil.

Peran Pertamina sebagai Jembatan Pasar

Keikutsertaan tujuh UMK binaan Pertamina merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan perseroan. Melalui skema ini, Pertamina tidak hanya memberi pendampingan produksi, tetapi juga membuka akses pasar yang selama ini sulit dijangkau pelaku usaha kecil.

Pertamina belum merinci nilai transaksi yang ditargetkan dari ajang ini. Namun kehadiran di CAEXPO memberi UMK kesempatan berdialog langsung dengan pembeli potensial, sesuatu yang jarang didapat lewat jalur perdagangan biasa.

Bagi UMK binaan, pameran di Nanning menjadi uji coba sekaligus pembelajaran. Mereka bisa mengukur sejauh mana produknya diterima pasar lintas negara, sebelum benar-benar masuk ke rantai pasok ekspor yang lebih ketat.

Keberhasilan UMK binaan Pertamina di CAEXPO akan menjadi tolok ukur efektivitas program pembinaan BUMN di sektor energi. Jika berlanjut ke kontrak dagang nyata, model ini bisa direplikasi perusahaan lain untuk mendorong ekspor produk lokal.

Reporter: Yasir
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top