BENGKULU — Warga Kelurahan Pengantungan, Kota Bengkulu, yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran kini memasuki tahap pemulihan. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Bengkulu bergerak bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota dan Provinsi Bengkulu untuk membangun kembali 19 unit rumah yang terbakar. Bantuan diberikan dalam bentuk material bangunan, bukan uang tunai, dengan nilai maksimal Rp40 juta per rumah.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyebut kejadian kebakaran membuat sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi dipilih agar proses pembangunan kembali bisa berjalan lebih cepat.
"Beberapa waktu yang lalu kita diuji oleh Allah SWT, rumah warga di Pengantungan ini kurang lebih ada 19 unit terbakar. Kejadian itu membuat keluarga kita tidak memiliki tempat tinggal. Karena warga ini perlu kita bantu, maka kita berkolaborasi," ujar Dedy, Jumat 25 September 2026.
Bantuan untuk setiap rumah terdampak disalurkan dalam bentuk material bangunan dengan nilai maksimal Rp40 juta. Skema ini dipilih agar kebutuhan dasar warga untuk membangun kembali rumah dapat segera terpenuhi. Selain material, dukungan juga mencakup kebutuhan konsumsi para pekerja yang terlibat dalam pembangunan.
Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Khairil Anwar, yang mewakili Gubernur Bengkulu, menyatakan bantuan tersebut merupakan realisasi komitmen pemerintah setelah kebakaran terjadi.
"Ini merupakan salah satu terwujudnya janji yang pernah disampaikan saat baru terjadi musibah kebakaran. Pemerintah melalui Baznas akan membantu warga yang rumahnya habis terbakar," kata Khairil.
Pembangunan kembali dibedakan berdasarkan status hunian warga. Rumah yang sebelumnya merupakan hunian pribadi akan dibangun ulang dengan tipe 36. Sementara warga yang sebelumnya tinggal di rumah bedeng akan mendapatkan hunian tipe 21.
Pembedaan tipe ini menyesuaikan kondisi awal hunian masing-masing warga. Pemerintah berharap warga Kelurahan Pengantungan dapat kembali menempati rumah yang layak dan aman setelah proses pembangunan selesai.
Proses pembangunan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemprov dan Pemkot Bengkulu, Baznas, TNI dan Polri melalui Babinsa serta Bhabinkamtibmas, hingga masyarakat setempat. Sinergi ini diharapkan mempercepat pemulihan pascakebakaran.
Dedy juga mengajak masyarakat dan para dermawan untuk turut bergotong royong membantu proses pemulihan warga terdampak. Menurutnya, pembangunan kembali rumah warga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan kebersamaan masyarakat.
Peletakan batu pertama pada Kamis sore, 24 September 2026, menandai dimulainya tahap konstruksi. Warga Kelurahan Pengantungan kini menunggu penyelesaian pembangunan agar dapat kembali menempati hunian masing-masing.