Kepolisian Daerah Bengkulu mengimbau seluruh masyarakat meningkatkan kesadaran berlalu lintas menyusul tingginya angka kecelakaan di wilayah tersebut, termasuk yang melibatkan pengendara usia pelajar. Direktur Lalu Lintas Polda Bengkulu Kombes Pol Mochammad Hasan menyatakan hampir setiap hari terjadi kecelakaan yang menelan korban jiwa. Imbauan disampaikan di Kota Bengkulu, Jumat, dengan penekanan pada edukasi keselamatan bagi anak muda.
KOTA BENGKULU — Direktorat Lalu Lintas Polda Bengkulu menilai tingkat kesadaran berlalu lintas masyarakat di provinsi itu masih rendah. Penilaian itu disampaikan langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Bengkulu Kombes Pol Mochammad Hasan di Kota Bengkulu, Jumat.
Hasan menyebut kecelakaan lalu lintas di Bengkulu terjadi hampir setiap hari, dengan korban meninggal dunia. Kondisi itu, katanya, menjadi perhatian serius pihak kepolisian.
Personel kepolisian masih menemukan sejumlah pelanggaran yang rata-rata dilakukan anak muda. Pelanggaran itu meliputi tidak menggunakan helm, tidak mematuhi rambu lalu lintas, dan perilaku berkendara yang kurang tertib.
"Kesadaran lalu lintas di Provinsi Bengkulu ini masih kurang. Banyak kecelakaan terjadi, bahkan hampir setiap hari ada yang meninggal dunia dan ini yang menjadi perhatian kita," kata Hasan.
Kalangan pelajar menjadi perhatian khusus karena banyak kecelakaan melibatkan pengendara usia sekolah. Polda Bengkulu lantas memilih pendekatan edukatif ketimbang penindakan semata.
Sosialisasi dan edukasi keselamatan berlalu lintas diberikan langsung ke lingkungan sekolah. Polisi juga menyiapkan kegiatan yang bisa menyalurkan energi pelajar ke hal positif.
"Anak-anak muda ini sedang mencari jati diri. Kita harus memberikan ruang kepada mereka untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif, sehingga energi mereka tidak disalurkan pada hal-hal yang berisiko," sebutnya.
Edukasi berkelanjutan di sekolah dinilai bisa meningkatkan pemahaman berlalu lintas yang baik dan benar. Kebiasaan tertib itu diharapkan terbentuk sebelum pelajar menjadi pengendara aktif di jalan raya.
Polda Bengkulu mendorong keterlibatan orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam membangun budaya keselamatan. Menurut Hasan, keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab kepolisian.
Dibutuhkan kepedulian bersama dari seluruh pengguna jalan agar angka kecelakaan di Bengkulu bisa ditekan. Pendekatan yang menyasar pelajar dan keluarga diharapkan memutus rantai pelanggaran yang berulang.