BENGKULU SELATAN — Rapat koordinasi yang dipimpin Komandan Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) itu diikuti Gubernur Bengkulu, para bupati se-Provinsi Bengkulu, dan Pangdam XXI/Radin Inten secara virtual. Di Markas Kodim 0408/BS-Kaur, Danrem 041/Garuda Emas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto memimpin langsung pembahasan bersama jajaran pemerintah daerah.
Rapat tersebut dihadiri Asisten II Setda Bengkulu Selatan, Kepala Bappeda Litbang, perwakilan Pemda Kaur, serta unsur terkait lainnya. Program ini menyebar di seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu.
Jatmiko merinci sejumlah sasaran yang dibahas dalam rapat tersebut. Mulai dari pembangunan jembatan penghubung desa, pembuatan sumur bor, bedah rumah tidak layak huni, hingga perbaikan rumah ibadah.
"Sasaran yang kami bahas cukup banyak. Ada pembangunan jembatan penghubung desa, pembuatan sumur bor, bedah Rumah Tidak Layak Huni [RTLH], hingga perbaikan rumah ibadah. Untuk nonfisik, ada sunatan massal dan bantuan alat kesehatan," ujar Jatmiko.
Untuk kegiatan nonfisik, program ini menyiapkan sunatan massal dan bantuan alat kesehatan. Jatmiko menegaskan pelaksanaannya masih membuka peluang peningkatan sasaran, terutama RTLH dan titik jembatan di wilayah Bengkulu Selatan dan Kaur.
Danrem menekankan bahwa Karya Bhakti Skala Besar bukan pekerjaan berbasis kontrak. Program ini merupakan wujud sinergitas TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, serupa dengan program TMMD.
"Ini bukan proyek, bukan kontrak. Ini murni karya bhakti sosial. Kuncinya adalah gotong royong dan peran serta masyarakat bersama TNI dan Pemda," tegasnya.
Susmanto menyambut antusias program tersebut. Menurutnya, Pemkab Bengkulu Selatan telah menyiapkan sejumlah kegiatan yang siap disinergikan dengan agenda TNI AD.
"Kami dari Pemkab Bengkulu Selatan sangat antusias. Terima kasih kepada Danrem 041/Gamas. Prinsipnya, apa yang bisa kami bantu, pasti kami bantu. Kami akan berkolaborasi dengan semua pihak," kata Susmanto.
Beberapa program nonfisik melalui Dinas Kesehatan telah dialokasikan untuk masuk dalam rangkaian Karya Bhakti. Pemkab juga mengusulkan pembangunan jembatan desa dan penanganan RTLH.
"Bengkulu Selatan membangun bersama masyarakat. Jadi program ini sangat sejalan dengan semangat kami," tambahnya.
Dukungan serupa datang dari Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kaur, Lindartawan. Ia menekankan kesiapan instansinya ikut menyukseskan agenda tersebut di wilayah Kaur.
Pelaksanaan Karya Bhakti Skala Besar dijadwalkan berlangsung akhir September hingga Oktober 2026. Pemerintah kabupaten dan kota di Bengkulu masih membuka peluang penambahan sasaran sebelum pelaksanaan dimulai.