Kandungan ASI Bisa Jadi Petunjuk Kesehatan Ibu dan Pertumbuhan Bayi

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:05:01 WIB
Ilustrasi ibu menyusui bayi.

BENGKULU — Sebanyak 1.543 sampel ASI dari ibu di Kanada, Pakistan, dan Burkina Faso dianalisis dalam studi terbaru NYU Grossman School of Medicine. Hasilnya mengungkap pola molekuler yang menghubungkan nutrisi ibu, fungsi kelenjar payudara, dan pertumbuhan bayi. Panduan berikut menjelaskan apa artinya bagi ibu menyusui di Indonesia.

Tim peneliti di NYU Grossman School of Medicine menganalisis ribuan pengukuran molekuler dari sampel susu manusia yang dikumpulkan di tiga populasi ibu yang berbeda secara geografis. Pendekatan ini jarang dipakai karena penelitian ASI biasanya mengkaji komponen satu per satu, bukan sebagai satu sistem biologis yang utuh.

Dengan menggabungkan data metabolit, protein, mikronutrien, makronutrien, dan oligosakarida susu manusia, para peneliti mencoba membaca apa yang bisa diungkap komposisi ASI tentang kondisi tubuh ibu dan tumbuh kembang bayinya.

Apa yang Sebenarnya Diukur dalam Studi ASI Ini

Studi ini memetakan tiga aspek fungsi kelenjar susu yang saling terkait. Pertama, sintesis dan sekresi susu, yaitu cara sel susu memproduksi komponen ASI lalu melepaskannya ke dalam susu.

Kedua, fungsi penghalang epitel dan remodeling jaringan, yang mengatur apa saja yang mengalir antara aliran darah dan susu sambil membentuk ulang jaringan penghasil susu. Ketiga, aktivitas imun dan perbaikan, yang membantu melindungi kelenjar serta memulihkan jaringan setelah stres atau cedera.

Dari 1.543 sampel ASI di Kanada, Pakistan, dan Burkina Faso, peneliti menggunakan pendekatan komputasi termasuk pembelajaran mesin untuk melihat pola di berbagai jenis molekul sekaligus.

Pola Molekuler yang Sama di Tiga Benua

Meski berasal dari populasi yang jauh berbeda, peneliti menemukan pola komposisi susu yang sama. Pola ini berkaitan dengan status nutrisi ibu dan pertumbuhan bayi.

Dalam dua uji coba nutrisi acak, suplementasi pada ibu mendorong pemulihan atau menjaga stabilitas bayi yang berisiko lebih tinggi mengalami pertumbuhan buruk. Analisis lanjutan mengungkap pola komposisi susu yang sama pada kelompok tersebut.

Tujuh Biomarker yang Paling Menonjol

Peneliti mengidentifikasi tujuh kandidat biomarker yang terkait dengan status nutrisi ibu, pertumbuhan bayi, dan program biologis fungsi kelenjar payudara. Empat di antaranya, yaitu C2, C3, C4, dan C5, adalah asilkarnitin rantai pendek, molekul yang membantu sel memproses nutrisi menjadi energi.

Tiga lainnya adalah lisin (asam amino), 6? sialyllaktosa (oligosakarida susu manusia), dan selenium (mineral). Kadar C5 yang lebih tinggi tercatat berkaitan dengan penurunan tanda sintesis susu serta pola biologis terkait remodeling jaringan dan aktivitas imun.

Metabolisme asilkarnitin sendiri bergantung pada koenzim A, molekul sentral dalam metabolisme energi dan lipid yang disintesis dari asam pantotenat atau vitamin B5.

Kata Peneliti soal Arti Temuan Ini

"ASI manusia memberi kita jendela langka dan non-invasif ke dalam biologi kelenjar susu yang sedang menyusui," kata Liat Shenhav, PhD, penulis senior studi dan asisten profesor di NYU Grossman School of Medicine, dengan penunjukan di Institut Genetika Sistem, Departemen Mikrobiologi, dan Departemen Obstetri dan Ginekologi.

Menurut tim peneliti, melihat pola molekuler lintas populasi membuka jalan untuk mengidentifikasi fitur fungsi payudara yang sama. Dari situ, kondisi nutrisi dan metabolik ibu bisa dipahami kaitannya dengan komposisi susu dan pertumbuhan bayi.

Yang Perlu Ibu Menyusui Pahami

Temuan ini bukan alat

Reporter: Sutomo
Sumber: haibunda.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top