Posyandu Balita: Peran Babinsa dan Kader Jaga Tumbuh Kembang Anak

Penulis: Saiful  •  Selasa, 03 November 2026 | 14:05:32 WIB
Babinsa bersama bidan desa dan kader Posyandu mendampingi ibu dan balita dalam kegiatan Posyandu di Desa Ngadirejo, Kabupaten Pasuruan.

BENGKULU — Sebanyak 1 dari 5 balita di Indonesia masih berisiko mengalami stunting, dan pendampingan rutin di Posyandu menjadi salah satu kunci pencegahannya. Di Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Babinsa bersama bidan desa dan kader Posyandu bergerak langsung mendampingi ibu dan anak. Simak apa saja layanan dan edukasi gizi yang bisa ibu manfaatkan di Posyandu terdekat.

Kegiatan itu bukan sekadar seremonial. Ada koordinasi pelayanan kesehatan, pembahasan program baru, hingga edukasi gizi untuk orang tua yang hadir.

Apa Saja Layanan Posyandu untuk Balita?

Posyandu rutin memberi layanan dasar yang jadi fondasi pemantauan tumbuh kembang anak. Ibu bisa membawa balita untuk ditimbang berat badannya, diukur tinggi badannya, dan dicatat di Kartu Menuju Sehat (KMS).

Selain itu, balita biasanya mendapat imunisasi sesuai jadwal, vitamin A, serta pemeriksaan kesehatan ringan. Bidan desa juga memeriksa ibu hamil dan memberi konseling soal ASI serta makanan pendamping.

Data dari penimbangan tiap bulan inilah yang dipakai untuk mendeteksi dini risiko kurang gizi atau gangguan pertumbuhan.

Posyandu Keliling Menjangkau Seluruh Dusun

Dalam kegiatan di Ngadirejo, dibahas rencana Posyandu Keliling yang akan digelar rutin setiap satu bulan sekali. Sasaran program ini adalah seluruh dusun di Desa Ngadirejo.

Langkah tersebut diambil agar ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita yang rumahnya jauh dari Posyandu tetap terlayani. Ibu tidak perlu menempuh jarak jauh hanya untuk menimbang anak atau memeriksakan kehamilan.

Dengan jadwal bulanan yang tetap, ibu bisa lebih mudah merencanakan kunjungan tanpa mengganggu rutinitas harian.

Edukasi Stunting: ASI Eksklusif hingga MPASI Protein Hewani

Pencegahan stunting menjadi fokus edukasi dalam kegiatan tersebut. Kader dan bidan menyampaikan tiga hal utama yang perlu diperhatikan orang tua.

  • ASI eksklusif selama enam bulan pertama, tanpa tambahan makanan atau minuman lain.
  • Pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin lewat Posyandu, bukan hanya saat anak sakit.
  • Pemberian MPASI bergizi kaya protein hewani bagi bayi di atas usia enam bulan.

Protein hewani seperti telur, ikan, ayam, dan hati ayam berperan penting dalam mendukung pertumbuhan otak dan tubuh anak. Ibu bisa mengolahnya sesuai tekstur yang sesuai usia si kecil.

Edukasi ini diharapkan meningkatkan pemahaman orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sehari-hari, bukan hanya saat ada program khusus.

Ajakan Rutin ke Posyandu Setiap Bulan

Sertu Suyanto menegaskan komitmennya mendukung program kesehatan masyarakat di wilayah binaan. Ia juga mengajak orang tua membawa anak ke Posyandu secara rutin.

"Kami sebagai Babinsa akan terus mendukung dan bersinergi dengan Bidan Desa serta Kader Posyandu dalam menyukseskan program kesehatan masyarakat. Kami juga mengajak seluruh warga, khususnya para orang tua, agar rutin membawa anaknya ke Posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangannya," ungkapnya.

Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai sejak dini melalui kepedulian bersama. Tujuannya agar terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Kapan Ibu Perlu Lebih Waspada?

Ada beberapa kondisi yang sebaiknya tidak ditunda untuk diperiksakan ke bidan atau dokter anak. Misalnya berat badan balita tidak naik selama dua bulan berturut-turut, anak tampak lemas, atau tinggi badannya jauh di bawah anak seusia.

Jika ibu melihat tanda-tanda tersebut, segera konsultasikan ke Posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat. Deteksi dini membuat penanganan lebih cepat dan tepat.

Posyandu adalah mitra terdekat ibu dalam memantau tumbuh kembang anak. Dengan kunjungan rutin setiap bulan, ibu punya data konkret untuk memastikan si kecil tumbuh sehat dan gizinya tercukupi.

Reporter: Saiful
Sumber: sudutpandang.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top