Pencarian

Pemkab Bengkulu Selatan Pastikan Pasien RSUD Hasanudin Damrah Tak Sulit Obat

Rabu, 06 Mei 2026 • 17:51:01 WIB
Pemkab Bengkulu Selatan Pastikan Pasien RSUD Hasanudin Damrah Tak Sulit Obat
Pemkab Bengkulu Selatan memperketat pengawasan distribusi obat di RSUD Hasanudin Damrah dan Puskesmas.

MANNA — Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan memperketat pengawasan distribusi obat di RSUD Hasanudin Damrah dan seluruh Puskesmas guna memastikan tidak ada lagi pasien yang telantar. Kebijakan ini diambil merespons laporan mengenai minimnya stok obat yang sempat membebani warga saat mengakses layanan kesehatan.

Wakil Bupati Bengkulu Selatan Yevri Sudianto menyatakan bahwa sektor kesehatan merupakan prioritas utama dalam masa kepemimpinannya bersama Bupati Rifai Tajudin. Selama sembilan bulan terakhir, pemerintah daerah terus melakukan intervensi intensif untuk membenahi sistem pelayanan yang sebelumnya dianggap kurang optimal oleh masyarakat.

Evaluasi Stok Obat dan Disiplin Layanan Kesehatan

Dalam rapat kerja bersama DPRD Bengkulu Selatan, Senin (04/05/26), Yevri menjelaskan bahwa perbaikan di RSUD Hasanudin Damrah dilakukan secara menyeluruh. Hal ini mencakup peningkatan disiplin sumber daya manusia (SDM) hingga optimalisasi sarana prasarana penunjang kenyamanan pasien di lapangan.

Langkah konkret tersebut diklaim mulai menunjukkan perubahan signifikan dalam empat bulan terakhir. Pemerintah daerah berupaya menghapus stigma negatif terkait pelayanan publik yang lambat dengan menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai tolak ukur utama keberhasilan kebijakan kesehatan.

Wabup: Jangan Ada Warga Pulang Tanpa Membawa Obat

Yevri menekankan bahwa rumah sakit daerah merupakan aset milik rakyat yang harus dikelola dengan prinsip kemanusiaan. Ia mengingatkan jajaran manajemen rumah sakit dan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan tulus tanpa membeda-bedakan kondisi ekonomi pasien yang datang.

“Kami tidak ingin mendengar lagi ada warga yang merasa tidak dipedulikan saat sakit. Tidak ada lagi masyarakat yang pulang tanpa membawa obat. Rumah sakit ini milik rakyat, dan pelayanan harus sebanding dengan rasa memiliki tersebut,” tegas Yevri di hadapan anggota legislatif.

Intervensi yang dilakukan pemerintah daerah selama ini disebut sebagai bukti nyata kehadiran negara di tengah kesulitan masyarakat. Wabup menyatakan pihaknya tidak akan menoleransi kelalaian yang berdampak pada keselamatan dan hak dasar warga dalam mendapatkan pengobatan.

Target Transformasi Menjadi Pusat Rujukan Unggul

Selain fokus pada ketersediaan obat, Pemkab Bengkulu Selatan menargetkan RSUD Hasanudin Damrah bertransformasi menjadi pusat rujukan kesehatan yang unggul di wilayah tersebut. Transformasi ini tidak hanya menyasar pada kemegahan fasilitas fisik, tetapi juga pada standar operasional yang lebih responsif dan transparan.

Pihak eksekutif juga mengapresiasi fungsi pengawasan yang dijalankan DPRD Bengkulu Selatan melalui kritik dan saran yang konstruktif. Masukan dari legislatif akan dijadikan bahan evaluasi rutin untuk memastikan layanan kesehatan di seluruh Puskesmas tetap berjalan sesuai harapan masyarakat luas.

Bagikan
Sumber: isbcenter.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks