BENGKULU TENGAH — Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah, Tomi Marisi, membuka langsung Gerakan Pangan Murah yang digagas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa stabilitas harga pangan menjadi fokus utama pemerintah daerah, terutama saat permintaan pasar melonjak jelang hari besar keagamaan.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian pemerintah kepada masyarakat, agar kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang jauh lebih terjangkau,” ujar Tomi Marisi.
Harga Komoditas yang Dijual dan Selisihnya
Berbagai kebutuhan pokok dijual dalam GPM ini, antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, cabai, bawang merah, bawang putih, dan tepung terigu. Harga yang ditawarkan diklaim berada di bawah harga pasar yang berlaku saat ini.
Seorang warga yang hadir mengaku sangat terbantu. Menurutnya, selisih harga yang ditawarkan cukup besar dan membantu menghemat anggaran belanja rumah tangga di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas.
Sinergi Distributor dan Bulog Jadi Kunci Stabilitas Stok
Sekda Tomi Marisi menjelaskan bahwa kerja sama antara pemerintah daerah, distributor, Perum Bulog, dan pelaku usaha pangan menjadi kunci utama menjaga ketersediaan stok. Pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan lewat pengawasan harga di pasar tradisional, tetapi juga intervensi langsung seperti operasi pasar dan GPM.
“Pemerintah daerah akan terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga di lapangan,” tambahnya.
Antisipasi Inflasi dan Imbauan ke Warga
TPID Kabupaten Bengkulu Tengah secara berkala memantau harga di pasar-pasar dan mengoordinasikan distribusi bahan pangan antarwilayah. Langkah ini untuk mencegah kelangkaan komoditas penting menjelang Idul Adha.
Sekda Tomi Marisi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau menimbun barang. Pemerintah daerah berjanji akan terus memantau perkembangan harga hingga perayaan Idul Adha berlangsung.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah kepala OPD, unsur Forkopimda, perwakilan Perum Bulog, dan pemangku kepentingan terkait. Pemerintah daerah berharap program serupa bisa berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan di Bengkulu Tengah.