BENGKULU — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menekankan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam mendukung akselerasi pembangunan di daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pelantikan Pengurus dan Bundo Kanduang IKAPPABASKO Provinsi Bengkulu yang berlangsung khidmat di ibukota provinsi.
Menurut Herwan, keberadaan warga perantau asal Padang Panjang, Batipuh, dan X Koto di Bengkulu merupakan aset sosial yang berharga. Ia menilai nilai-nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah yang dipegang teguh warga Minang menjadi modal kuat untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan religius.
“Perbedaan suku, budaya, dan latar belakang bukanlah penghalang untuk bersatu. Justru keberagaman merupakan kekuatan besar dalam membangun Provinsi Bengkulu yang lebih maju,” ujar Herwan Antoni di hadapan ratusan tamu undangan yang hadir.
Fokus pada Peningkatan Kualitas SDM dan Pendidikan
Selain memperkuat silaturahmi, kepengurusan baru ini didorong untuk memberikan dampak nyata pada sektor pendidikan. Ketua Umum DPP IKAPPABASKO, Chairul Alfi, menyebutkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah kunci utama agar generasi muda perantau mampu bersaing di masa depan.
Chairul berharap organisasi ini memiliki posisi tawar yang kuat dalam memberikan masukan strategis kepada pemerintah daerah. Langkah ini dianggap krusial untuk mengejar ketertinggalan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
“Dengan semangat kebersamaan dan kekompakan, seluruh elemen masyarakat diharapkan memiliki daya tawar yang kuat kepada pemerintah daerah, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta mengejar ketertinggalan dari daerah lain,” kata Chairul Alfi menjelaskan visi organisasi.
Komitmen Pengurus Baru dan Pelestarian Budaya
Ketua IKAPPABASKO Provinsi Bengkulu terpilih, Swifanedi, menyatakan kesiapannya untuk menjaga kekompakan warga perantau di 10 kabupaten/kota. Ia menegaskan bahwa dedikasi pengurus periode 2026–2031 akan difokuskan pada kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Acara pelantikan ini juga diwarnai dengan penampilan tari tradisional Minangkabau yang menegaskan komitmen organisasi dalam melestarikan budaya di tanah rantau. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly dan unsur Forkopimda Bengkulu menambah bobot strategis momentum tersebut.
Melalui tema “Dedikasi untuk Organisasi, Bhakti untuk Negeri”, IKAPPABASKO berupaya memposisikan diri bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan mitra strategis Pemprov Bengkulu dalam menggerakkan roda ekonomi dan pendidikan di daerah.