BENGKULU — Pemerintah Kota Bengkulu menggelar sosialisasi pelaksanaan penyampaian informasi status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Ruang Hidayah I Kantor Wali Kota, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu Syafrudin Imam Negara serta Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Alex Periansyah yang mewakili Wali Kota Dedy Wahyudi.
Alex Periansyah menegaskan bahwa kepemilikan kartu JKN saja tidak cukup jika masyarakat tidak tahu statusnya masih aktif atau tidak.
Masalah Klasik: Baru Sadar Saat Sudah di IGD
"Masalah yang sering terjadi di lapangan adalah masyarakat baru menyadari status kepesertaannya tidak aktif ketika sedang membutuhkan perawatan mendesak di rumah sakit ataupun puskesmas. Kondisi seperti ini tentu harus kita hindari bersama," ujar Alex dalam sambutannya.
Ia menilai penyampaian informasi status kepesertaan secara berkala, akurat, dan proaktif menjadi langkah penting. Tujuannya agar warga mengetahui kondisi jaminan kesehatannya sebelum membutuhkan pelayanan medis.
Tiga Pilar Penguatan: Kolaborasi, Digitalisasi, Edukasi
Dalam kesempatan itu, Alex menekankan tiga hal yang harus menjadi perhatian semua pihak. Pertama, memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Kedua, mengoptimalkan kanal informasi serta digitalisasi pelayanan. Ketiga, meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai hak dan kewajiban sebagai peserta JKN.
"Saya berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi mampu menghasilkan langkah konkret dan skema kerja yang jelas dalam menyampaikan informasi status kepesertaan JKN secara merata hingga tingkat RT dan RW di seluruh wilayah Kota Bengkulu," katanya.
Target UHC: Tak Ada Lagi Warga Terlantar
Alex menambahkan, masyarakat yang memperoleh informasi secara baik akan lebih siap menghadapi kondisi darurat kesehatan. Dengan begitu, berbagai kendala pelayanan di fasilitas kesehatan dapat diminimalkan.
Upaya ini juga diharapkan mendukung terwujudnya Universal Health Coverage (UHC) yang berkualitas di Kota Bengkulu. Sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu Syafrudin Imam Negara menyampaikan bahwa sosialisasi ini menjadi bagian dari penguatan koordinasi antara BPJS Kesehatan dengan Pemkot Bengkulu. Informasi mengenai status kepesertaan JKN diharapkan bisa tersampaikan secara cepat, tepat, dan menyeluruh kepada masyarakat.
Acara tersebut juga dihadiri oleh para staf ahli wali kota, Kepala Dinas Kesehatan, serta seluruh camat dan lurah se-Kota Bengkulu. Dengan sinergi yang semakin erat, diharapkan tidak ada lagi warga yang mengalami kendala memperoleh layanan kesehatan hanya karena status kepesertaan JKN yang tidak aktif atau belum diketahui.