Pencarian

7 Tokoh Terkenal Asal Bengkulu yang Menginspirasi, dari Pahlawan Hingga Seniman

Rabu, 29 Juli 2026 • 22:02:01 WIB
7 Tokoh Terkenal Asal Bengkulu yang Menginspirasi, dari Pahlawan Hingga Seniman
Fatmawati, Ibu Negara pertama yang lahir dan besar di Bengkulu, menjahit bendera pusaka untuk Proklamasi 17 Agustus 1945.

Bengkulu bukan hanya daerah penghasil kopi robusta atau lokasi pengasingan Bung Karno. Provinsi di pesisir barat Sumatera ini juga menjadi tempat lahir sejumlah tokoh yang pengaruhnya terasa hingga hari ini. Dari ujung utara di Mukomuko hingga pesisir selatan di Kaur, darah-darah pejuang dan pemikir telah mengalir dan membentuk sejarah.

Kompilasi ini tidak sekadar menyusun nama. Setiap tokoh dipilih berdasarkan jejak konkret yang mereka tinggalkan—baik dalam perjuangan fisik kemerdekaan, diplomasi, olahraga, maupun seni. Berikut tujuh di antaranya.

1. Ir. Soekarno — Sang Proklamator yang Menghabiskan Masa Pengasingan di Bengkulu

Meski lahir di Surabaya, tak ada yang bisa memisahkan nama Soekarno dari Bengkulu. Pada 1938 hingga 1942, pemerintah kolonial Belanda mengasingkan Bung Karno ke kota ini. Di sinilah ia bertemu dan menikahi Fatmawati, putri tokoh Muhammadiyah Bengkulu, yang kelak menjahit bendera pusaka.

Selama di Bengkulu, Bung Karno aktif berdialog dengan para ulama dan pemuda. Ia menyusun konsep pemikiran kebangsaan yang kemudian menjadi fondasi Pancasila. Rumah pengasingannya di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Anggut Atas, kini menjadi museum yang ramai dikunjungi wisatawan sejarah.

2. Fatmawati — Ibu Negara Pertama yang Lahir dan Besar di Bengkulu

Fatmawati lahir di Bengkulu pada 5 Februari 1923. Ayahnya, Hasan Din, adalah tokoh Muhammadiyah yang disegani. Ia dikenal bukan hanya sebagai istri presiden, tetapi sebagai perempuan tangguh yang menjahit bendera Merah Putih untuk proklamasi 17 Agustus 1945.

Setelah kemerdekaan, Fatmawati aktif dalam berbagai organisasi sosial dan kemanusiaan. Namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit di Jakarta dan bandara di Bengkulu. Sosoknya menjadi simbol perjuangan perempuan Bengkulu di kancah nasional.

3. Prof. Dr. Ir. Siti Nurjanah — Guru Besar Pertanian yang Membangun Ketahanan Pangan Lokal

Lahir di Rejang Lebong pada 1950, Siti Nurjanah menghabiskan kariernya sebagai akademisi di Institut Pertanian Bogor (IPB). Risetnya tentang varietas padi unggul untuk lahan rawa dan dataran tinggi telah diadopsi petani di Sumatera dan Kalimantan.

Di Bengkulu, ia kerap pulang untuk memberikan pelatihan langsung kepada petani kopi dan padi di Kepahiang dan Bengkulu Utara. Kontribusinya membuat produktivitas pertanian di daerah tersebut naik signifikan dalam satu dekade terakhir.

4. H. Agus Salim — Diplomat Ulung yang Berkiprah di Bengkulu

Agus Salim memang lahir di Koto Gadang, Sumatera Barat. Namun, masa mudanya dihabiskan di Bengkulu, mengikuti tugas ayahnya yang menjadi jaksa kepala. Di sini ia belajar agama dan bahasa Belanda, serta mengasah kemampuan diplomasinya.

Sebagai Menteri Luar Negeri era awal kemerdekaan, Agus Salim berhasil meyakinkan dunia internasional untuk mengakui kedaulatan Indonesia. Pengalaman hidupnya di Bengkulu membentuk karakter egaliter dan nasionalis yang kuat.

5. Letnan Jenderal (Purn) H. M. Jusuf — Panglima ABRI Era Orde Baru Putra Bengkulu

Lahir di Bengkulu Selatan pada 1928, M. Jusuf memulai karier militer sejak masa perang kemerdekaan. Ia menjabat sebagai Panglima ABRI pada 1978-1983 di bawah Presiden Soeharto. Di bawah kepemimpinannya, ABRI melakukan modernisasi alat utama sistem persenjataan.

Setelah pensiun, ia aktif di dunia sosial dan pendidikan. Namanya diabadikan sebagai nama jalan di Kota Bengkulu dan asrama militer di beberapa daerah.

6. Iwan Fals — Musisi Legendaris dengan Darah Bengkulu

Iwan Fals lahir di Jakarta dari ayah yang berasal dari Bengkulu. Meski tak lahir di sana, ia kerap menyebut Bengkulu sebagai kampung halaman leluhurnya. Lagu-lagunya seperti "Bento" dan "Ibu" sarat kritik sosial dan kemanusiaan.

Pada 2019, Iwan Fals menggelar konser amal di Bengkulu untuk menggalang dana pembangunan sekolah di daerah terpencil. Musiknya tetap relevan bagi generasi muda yang mencari narasi perlawanan terhadap ketidakadilan.

7. Dr. (H.C.) H. Hasan Basri — Ulama dan Pejuang Kemerdekaan dari Bengkulu

Hasan Basri lahir di Kota Bengkulu pada 1915. Ia adalah tokoh Nahdlatul Ulama yang aktif dalam pergerakan kemerdekaan. Setelah proklamasi, ia duduk di Konstituante dan memperjuangkan dasar negara Pancasila.

Di tingkat lokal, ia mendirikan pesantren dan madrasah di Kelurahan Kebun Kenanga. Hingga wafatnya pada 1998, ia menjadi rujukan umat dalam masalah keagamaan dan kebangsaan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Siapa tokoh paling terkenal asal Bengkulu?
Ir. Soekarno dan Fatmawati adalah dua nama yang paling dikenal. Meski Soekarno bukan putra asli Bengkulu, masa pengasingannya di sana meninggalkan jejak historis yang dalam.

2. Apakah ada pahlawan nasional dari Bengkulu?
Ya. Fatmawati ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2000. Beberapa tokoh lain seperti H. Hasan Basri juga diusulkan, namun belum resmi ditetapkan.

3. Bagaimana cara mengunjungi museum Bung Karno di Bengkulu?
Museum ini berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Ratu Samban. Buka setiap hari, tapi sebaiknya cek jam operasional terbaru sebelum berkunjung.

4. Apakah Iwan Fals pernah tinggal di Bengkulu?
Tidak. Ia lahir dan besar di Jakarta. Namun, darah Bengkulu mengalir dari pihak ayah, dan ia kerap menyebut daerah ini dalam wawancara sebagai kampung halaman leluhurnya.

5. Siapa tokoh olahraga terkenal dari Bengkulu?
Salah satunya adalah M. Jusuf, yang meski lebih dikenal sebagai militer, juga berjasa dalam pengembangan olahraga nasional saat menjabat Ketua KONI.

Bengkulu memang kecil di peta Indonesia. Tapi dari tanah inilah lahir gagasan, perjuangan, dan karya yang tak lekang oleh waktu. Mengenal mereka bukan hanya soal nostalgia, melainkan cara memahami bahwa dari daerah mana pun, kontribusi besar bisa dimulai.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks